Brukk..! Plafon Ruang Kelas SD di Kudus Ambrol Timpa Siswa

Dian Utoro Aji - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 16:13 WIB
Kondisi plafon di SDN 6 Terban Kudus yang rusak dan sempat ambol menimpa siswa
Kondisi plafon di SDN 6 Terban, Kudus yang rusak. (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Plafon di tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 6 Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus, Jawa Tengah, ambrol, hari ini. Seorang siswa tertimpa saat tengah mengikuti pelajaran di kelasnya.

Pantauan detikcom, Selasa (11/1/2022) pukul 14.30 WIB, plafon di tiga ruang kelas di sekolah itu terlihat berlubang. Kerusakan yang sudah terjadi sejak setahun lalu semakin parah setelah kejadian hari ini.

Guru Kelas II SDN 6 Terban, Masriah, menceritakan peristiwa itu terjadi saat para siswa sedang mengerjakan tugas di dalam kelas.

"Waktu pelajaran tadi pagi, anak-anak mengerjakan tugas, pas saya tinggal nyapu itu tiba-tiba krek jatuh gitu, jatuhin anak di bawah itu," kata dia, Selasa (11/1/2022).

Seorang siswa yang tertimpa mengalami luka lecet di kepala. Meski demikian, Masriah mengatakan siswanya menjadi trauma atas kejadian itu.

"Anak kecil, (baru) kelas 2. Kasihan, anaknya sampai trauma," kata Masriah menceritakan.

Masriah menyebut bahwa kondisi plafon di sekolahnya memang sudah mendesak untuk diganti. Sekolah sudah mengusulkan untuk perbaikan tapi belum terealisasi.

"Ini kondisi sudah lama, setahun lebih ya, saya sudah berusaha cari buat proposal tapi itu urusan kepala sekolah ya, tahunya sudah berusaha untuk rehab, faktanya sampai sekarang belum ada perbaikan," jelasnya.

Ditemui di lokasi yang sama, Kepala Desa Terban, Supeno, berharap ada perhatian dinas terkait. Supeno berharap agar segera ada perbaikan ruang kelas yang kondisinya rusak tersebut.

"Harapan kami selaku pemerintah Desa Terban ada perhatian dari pemerintah kabupaten terkait untuk perbaikan karena biar proses belajar mengajar jadi nyaman, dengan kejadian tadi pagi sedikit banyak anaknya trauma, kedepan ya ada perhatian, segera memperbaiki, kondisi sekolah yang memang rusak," jelas Supeno.

(ahr/sip)