Ketahuan Tipu Warga, Dokter Bedah Gadungan di Sukoharjo Dibekuk

Ari Purnomo - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 15:10 WIB
Pelaku penipuan saat dihadirkan dalam rilis kasus di Mapolres Sukoharjo, Selasa (11/1/2022).
Pelaku penipuan saat dihadirkan dalam rilis kasus di Mapolres Sukoharjo, Selasa (11/1/2022). (Foto: dok. Polres Sukoharjo)
Sukoharjo -

Polisi menangkap pelaku penipuan bernama Priyono Broto (47), warga Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Mengaku seorang dokter spesialis, pelaku menipu korbannya dengan menjanjikan pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di RSUD Sukoharjo.

"Pelaku bersama seorang rekannya datang ke rumah korban. Kebetulan, ibu korban yang merupakan warga Sukoharjo ini adalah teman dari teman pelaku," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan saat rilis kasus di Mapolres Sukoharjo, Selasa (11/1/2022).

Saat di rumah korban, lanjut Wahyu, teman pelaku yang bernama Suyamti mengenalkan bahwa pelaku merupakan seorang dokter spesialis bedah dan kandungan yang praktik di wilayah Jebres, Solo. Wahyu menyebut, berawal dari perkenalan tersebut, suatu ketika pelaku datang sendiri ke rumah korban.

"Pelaku menawarkan pekerjaan pada korban Aditya untuk menjadi PNS di lingkup RSUD Sukoharjo," tutur Wahyu.

Mendengar tawaran tersebut, lanjutnya, korban pun tertarik dan pelaku menyampaikan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Wahyu menyebut, pelaku juga sempat menyebutkan bahwa biaya untuk itu sebesar Rp 75 juta.

"Tetapi pelaku tidak meminta semuanya. Dia hanya minta korban membayar administrasi yang kecil-kecil dulu. Mulai dari Rp 250 ribu, Rp 350 ribu dan ditotal semuanya mencapai Rp 5 jutaan," paparnya. .

Guna meyakinkan korbannya, lanjut Wahyu, pelaku juga sempat memberikan kain kepada korban yang nantinya akan digunakan sebagai seragam saat dinas di RSUD. Namun saat korban mengambil seragam di penjahit bernama Yamtini, korban diberitahu bahwa pelaku bukanlah seorang dokter.

"Mendengar hal itu, korban lalu membawa seragam itu pulang dan minta agar pelaku datang. Saat itulah pelaku ditanya mengenai kebenaran profesinya itu dan ternyata memang benar, bukan dokter. Dari hal itu korban membuat laporan polisi," sambung Wahyu.

Polisi yang mendapatkan laporan, lanjutnya, kemudian bekerja sama dengan korban untuk menjebak pelaku. Korban kembali mengundang pelaku untuk datang ke rumahnya.

"Setelah pelaku datang, dilakukan penangkapan. Pelaku diamankan bersama sejumlah barang bukti. Di antaranya kuitansi pemberian uang, kain seragam, topi bedah dan motor," jelas Wahyu.

Dari hasil pengembangan petugas, terungkap pelaku merupakan residivis kasus penipuan dan penggelapan. Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 372 dan pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

"Dari pengembangan kasus ini, ternyata total sudah ada tiga korban. Hanya saja baru ada satu korban yang melapor, yaitu Aditya," tutur Wahyu.

(aku/ahr)