Petani, Polisi hingga Menteri Bahas Pro-Kontra Jebakan Tikus Listrik

ADVERTISEMENT

Round-Up

Petani, Polisi hingga Menteri Bahas Pro-Kontra Jebakan Tikus Listrik

Tim Detiknews - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 21:42 WIB
Ilustrasi kesetrum
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Sedangkan dari sisi petani, mereka juga tidak setuju dengan pemidanaan terhadap para pemasang jebakan tikus listrik. Sebab, para petani sendiri juga sudah kehabisan akal untuk membasmi hama tersebut.

"Tidak bisa langsung proses pidana yang dikedepankan. Justru yang lebih penting adalah sosialisasi untuk memberikan pemahaman ke petani tentang cara mengatasi tikus," sambung Hapsoro.

Menurutnya, hama menjadi persoalan serius yang dihadapi oleh para petani di samping beberapa masalah yang lain seperti ketersediaan pupuk serta biaya tanam.

"Masalah pupuk, biaya tanam sampai sulit mencari regenerasi dan lainnya sering menjadi kekhawatiran petani, sehingga saat ada hama tikus mencari cara praktis. Masalah-masalah semacam ini yang mestinya dicarikan solusi," kata dia.

Persoalan jebakan tikus menggunakan listrik itu juga menarik perhatian Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Saat berkunjung ke Sragen, Senin (10/1), dia pun ikut berkomentar dan memberikan tawaran solusi.

Dia bahkan mengaku sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengurai persoalan itu. Mereka pun merancang alat jebakan tikus yang aman meski tetap menggunakan listrik.

"Salah satunya membuat aliran listrik itu dari AC ke DC, sehingga tidak akan membunuh manusia. Ini lagi kita rancang bersama-sama," kata Syahrul Yasin Limpo.

Dia yakin penerapan teknologi itu bakal mampu menjadi persoalan yang saat ini tengah dihadapi oleh para petani.

"Intinya jangan ada lagi rakyat jadi korban gara-gara menghalau hama tikus yang ada. Hama tikus harus dihalau tapi kita bisa gunakan cara-cara baru yang tidak mengorbankan rakyat," ujarnya


(ahr/mbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT