ADVERTISEMENT

23 Orang Tewas Gegara Jebakan Tikus Listrik di Sragen, Pemasang Bisa Dipidana

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 09 Jan 2022 13:51 WIB
Petani tewas tersengat listrik jebakan tikus, Sragen, Selasa (24/8/2021).
Lokasi petani tewas tersengat listrik jebakan tikus, Sragen, Selasa (24/8/2021). (Foto: dok Polsek Tanon, Sragen)
Semarang -

Jebakan tikus dengan aliran listrik di persawahan sudah merenggut banyak nyawa 23 orang di Sragen sejak 2020 lalu. Polda Jateng menegaskan akan memproses pidana jika masih ada yang masih memasang jebakan tersebut.

"Sudah banyak korban jiwa yang meninggal akibat jebakan listrik di persawahan. Di Sragen, Kudus dan beberapa daerah lain. Terakhir seminggu lalu, Hadi Sukarno, warga Patihan Sidoharjo, Sragen meninggal karena jebakan listrik. Dia menjadi korban ke 23 kasus seperti sejak 2020 di Sragen," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes M Iqbal Alqudusy, lewat pesan singkat, Minggu (9/1/2022)

Ia menjelaskan pemasangan listrik untuk jebakan tikus merupakan tindakan ilegal karena mencurangi pemasangan listrik alias penyalahgunaan. Awalnya pemasangan listrik dilakukan untuk pompa air di tapi digunakan juga untuk jebakan tikus.

"Polda Jateng dan jajaran tidak akan segan untuk memproses pidana bila menemukan kasus kematian warga karena jebakan tikus menggunakan aliran listrik," kata dia.

Pemasang jebakan listrik juga berpotensi dijerat dengan pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian. Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara.

"Arahan Polres kemarin mengganti (jebakan listrik) dengan burung hantu. Sudah ada yang jalan dan itu lebih efektif," kata dia.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi, menambahkan Polda Jateng mendorong Bhabinkamtibmas melakukan sosialisasi dan penyuluhan penggunaan burung hantu. Selama ini penggunaan burung hantu jenis Tyto Alba atau Serak Jawa dinilai sangat efektif membasmi hama tikus.

"Burung ini bisa mengkonsumsi tikus 2-3 ekor tikus per malam, sehingga sebulan bisa mencapai 60-90 ekor tikus. Jadi sangat efektif untuk membantu petani membasmi tikus di persawahan," kata Luthfi dalam keterangannya.

"Cara-cara lain untuk membasmi tikus seperti menggunakan jebakan listrik adalah ilegal. Polda Jateng dan jajaran akan menindak tegas pemilik atau pemasang jebakan tikus yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia," pungkasnya.

Simak juga 'Saat Ruang Kelas di Sragen Nyaris Roboh-Tak Layak Huni':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/dil)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT