ADVERTISEMENT

Jateng Hari Ini

'Lomba Mural' di Jalan Rusak-Ancaman Pidana Jebakan Tikus Listrik

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 09 Jan 2022 19:24 WIB
Lomba mural jalan rusak di Klaten, Minggu (9/1/2022).
Lomba mural jalan rusak di Klaten, Minggu (9/1/2022). (Foto: Tangkapan layar IG @kabar_klaten)
Klaten -

Berita dari Jawa Tengah hari ini diwarnai dengan aksi unik protes 'lomba mural' di jalan rusak Klaten hingga ancaman pidana untuk pemasang jebakan tikus beraliran listrik. Berikut ini informasi selengkapnya.

'Lomba Mural' di Lubang Jalan Klaten

Pemuda di Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, punya cara tersendiri untuk menyuarakan protes soal jalan rusak. Di Jalan Kepoh-Juwiring wilayah Desa Bulurejo, sebuah lubang jalan yang tak kunjung diperbaiki digambar menjadi pola seekor burung.

Lubang jalan aspal yang telah 'dihias' jadi cat semprot putih itu kemudian difoto dan diunggah di media sosial. Foto lubang jalan yang ditambahi tulisan "lomba mural dalan (jalan) rusak" itu diunggah di akun Instagram @kabar_klaten pada Sabtu (8/1/2022) sore.

Genap 24 jam diunggah, foto jalan rusak bergambar burung itu mendapat like sebanyak 5.334 kali. Postingan itu juga mendapat berbagai komentar warga. Salah satunya komentar dari akun @santos-xxx, "Rekor muri Viral mural jalan rusak terbanyak."

Pengunggah foto sekaligus pembuat gambar burung, M Ali Fahmi (26), mengatakan, postingan itu sekadar untuk mengingatkan pemerintah. "Belum ada yang jatuh (karena jalan rusak itu), tapi berisiko mencelakakan. Kendaraan dari barat pasti ambil kanan menghindari lubang, padahal dari timur jalan berbelok sehingga rawan tabrakan," kata Fahmi.

Foto jalan berlubang yang viral itu sampai juga ke Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya. "Terima kasih informasinya. Segera akan kita tindaklanjuti," kata Yoga kepada detikcom via pesan singkat, hari ini.

Ancaman Pidana Jebakan Tikus Listrik

Sementara itu, dari Kabupaten Sragen dikabarkan bahwa jebakan tikus dengan aliran listrik di sawah sudah merenggut nyawa 23 orang sejak 2020. Polda Jateng tidak segan akan memproses pidana jika masih ada yang masih memasang jebakan tersebut.

"Sudah banyak korban yang meninggal akibat jebakan listrik di persawahan. Di Sragen, Kudus dan beberapa daerah lain. Terakhir seminggu lalu, Hadi Sukarno, warga Patihan Sidoharjo, Sragen, meninggal karena jebakan listrik. Dia menjadi korban ke 23 di Sragen sejak 2020," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes M Iqbal Alqudusy, lewat pesan singkat, Minggu (9/1/2022).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT