BPCB Sebut Yoni Berukir Naga di Kebun Warga Klaten Unik, Kok Tak Dirawat?

ADVERTISEMENT

BPCB Sebut Yoni Berukir Naga di Kebun Warga Klaten Unik, Kok Tak Dirawat?

Achmad Syauqi - detikNews
Sabtu, 08 Jan 2022 19:47 WIB
Batu Yoni berornamen kepala naga di pekarangan warga Ngawen, Klaten, Sabtu (8/1/2022).
Batu Yoni berornamen kepala naga di pekarangan warga Ngawen, Klaten, Sabtu (8/1/2022). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Batu Yoni di pekarangan warga Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen, Klaten, Jawa Tengah memiliki keunikan karena berhias kepala naga. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) mengakui batu Yoni ini tergolong unik meskipun keberadaannya tidak langka.

"Tidak langka, ada Yoni sejenis di beberapa lokasi. Tapi tergolong unik," kata Pamong Budaya Madya BPCB Jateng, Deni Wachju Hidajat, kepada detikcom, Sabtu (8/1/2022).

Deni mengatakan, di beberapa candi, seperti di Boyolali dan Muntilan ditemukan Yoni serupa. Batu Yoni semacam ini, lanjutnya, memang biasa ditemukan pada situs candi.

"Biasanya pada candi. Kita tidak tahu apakah di Ngawen itu ada candi atau tidak karena belum melihat lokasi," ujar Deni.

Tapi karena di sekitar lokasi ditemukan batu bata kuno, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan dahulu ada bangunan di lokasi tersebut. Tetapi karena usianya sudah ratusan bahkan seribu tahun, bisa jadi kondisi itu berubah.

"Bisa jadi dulu ada bangunan. Kita tidak tahu ratusan tahun atau bahkan lewat seribu tahun lalu apa yang terjadi, material apa saja bisa terbenam dalam tanah karena perubahan zaman," papar Deni.

Deni menyebut, batu Yoni berornamen binatang lazim ditemukan. Tidak hanya naga, ada juga kura-kura atau binatang lainnya.

"Tidak hanya naga tapi ada juga kura-kura karena melambangkan kehidupan bawah. Tapi itu tidak banyak, apalagi kalau pahatannya detail sehingga tambah unik," papar dia.

Benda cagar budaya, tambah Deni, tidak selalu diamankan oleh Balai. Apabila masyarakat bersedia merawat, Balai justru akan mendorong pelestarian.

"Jadi kita dorong masyarakat ikut melestarikan. Seperti yang di Desa Puluhan, Jatinom kemarin warga kita beri sosialisasi, karena bersedia kita dorong buat rumah budaya," pungkas Deni.

Diberitakan sebelumnya, sebuah batu Yoni selama puluhan tahun berada di pekarangan warga Dusun Sogaten, Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen, Klaten, Jawa Tengah. Yoni tersebut memiliki tampilan unik karena berornamen kepala naga.

Dari pantauan detikcom, sekilas batu Yoni ini tidak berbeda dengan Yoni pada umumnya. Yoni ini terbuat dari batu andesit dengan bentuk kubus.

Ukuran Yoni tersebut sekitar 1 x 1 meter dengan tinggi juga sekitar semeter. Tampak lubang tempat lingga atau arca sudah mulai rusak.

(aku/mbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT