Ribuan Vaksin AstraZeneca di Kulon Progo Nyaris Kedaluwarsa, Satgas Bingung

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 14:19 WIB
Scientists are done research on vaccine in laboratory with test tubes on Covid19 Coronavirus type for discover vaccine.
Ilustrasi vaksin. (Foto: Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum)
Kulon Progo -

Ribuan dosis vaksin AstraZeneca di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kedaluwarsa akhir bulan ini. Satgas COVID-19 setempat bingung karena belum ada jaminan suplai vaksin serupa jika vaksin ini digunakan untuk vaksin pertama bagi warga.

"Dari catatan kami memang ada vaksin AstraZeneca yang akan expired pada Januari (2022), sekarang masih tersimpan di gudang farmasi," ujar Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (7/1/2022).

"Berjumlah 447 vial atau 4.470 dosis," ungkapnya.

Pihaknya sedang mengupayakan menggunakan vaksin itu untuk pemberian dosis kedua bagi masyarakat. Pasalnya, jika dihabiskan untuk vaksin dosis pertama, Satgas belum mendapatkan jaminan mendapatkan suplai vaksin serupa.

"Kami sedang upayakan menggunakan vaksin ini untuk dosis kedua, karena kami belum dapat jaminan dari provinsi apakah akan dapat dosis kedua jika kami berikan untuk dosis satu," kata dia.

Baning mengatakan, vaksin tersebut juga belum bisa digunakan sebagai vaksin booster. Menurutnya, belum adanya aturan jelas terkait penggunaan varian AstraZeneca untuk program vaksin booster.

"Kami belum tahu apakah vaksin ini bisa digunakan untuk program vaksin booster. Masih menunggu juknis pastinya," ucapnya.

Namun jika nantinya vaksin AstraZeneca masuk dalam varian vaksin booster, Satgas bakal makin kelimpungan sebab stok yang ada sekarang tak sebanding dengan target sasaran vaksin itu. Baning menjelaskan, berdasarkan pendataan sementara ada sekitar 25 ribu warga Kulon Progo yang memenuhi syarat mendapat vaksin dosis ketiga.

"Dari pendataan kami sesuai dengan syarat yang ditentukan pemerintah, potensi warga Kulon Progo yang dapat vaksin booster sebanyak 25 ribu orang. Mereka sudah dapat suntikan vaksin kedua 6 bulan lalu," jelasnya.

(aku/rih)