Duh! Semua Tempat Karaoke di Boyolali Tak Gunakan PeduliLindungi

Ragil Ajiyanto - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 18:17 WIB
Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali, Tri Joko Mulyono, Senin (3/1/2021).
Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali, Tri Joko Mulyono, Senin (3/1/2022). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Aplikasi PeduliLindungi menjadi syarat masuk ke sejumlah tempat keramaian, tempat hiburan hingga wisata. Namun, hampir semua tempat hiburan malam di Boyolali ternyata tak menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

"Sesuai Instruksi Bupati (Inbup) Nomor 19 dan 20 tahun 2021 sudah jelas, bahwa tempat wisata dan hiburan wajib ada PeduliLindungi. Tapi semua tempat karaoke yang kami datangi, sekitar 40 lokasi, semuanya tidak ada yang memasang PeduliLindungi," ungkap Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali, Tri Joko Mulyono, kepada wartawan ditemui di kantornya, Senin (3/1/2022).

Hal itu ditemukan Satpol PP Boyolali yang melakukan monitoring penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang dilakukan selama Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Petugas gabungan melakukan monitoring ke tempat-tempat keramaian di Boyolali, seperti tempat wisata hingga tempat hiburan malam.

Menurut Tri Joko, dalam pantauan prokes di tempat hiburan malam itu, tim tidak menemukan adanya barcode PeduliLindungi.

"Setelah saya konfirmasi, semua pengelola (tempat hiburan malam) mengaku tidak bisa mendaftarnya," kata Tri Joko.

Kemudian pantauan di tempat wisata, lanjut dia, sudah ada aplikasi PeduliLindungi. Namun, aplikasi itu hampir tidak dipakai. Tidak ada petugas dari pengelola yang mengawasi pengunjung untuk scan barcode sebelum masuk lokasi wisata.

Saat dicek di aplikasi tersebut, justru pengunjungnya hanya berkisar 3-4 orang. Padahal secara riil pengunjung yang ada cukup banyak.

Atas temuan tersebut, Satpol PP Boyolali memberikan teguran bagi pengelola wisata dan tempat hiburan malam atau karaoke tersebut. Pasalnya, masih banyak yang abai terhadap aplikasi PeduliLindungi ini.

"Dalam tenggat waktu tujuh hari tak melengkapi, maka kami akan beri sanksi administrasi. Karena memang masih banyak sekali yang abai terutama penggunaan aplikasi PeduliLindungi," tegasnya.

Dalam monitoring di tempat wisata dan hiburan malam selama Nataru kemarin, kata Tri Joko, sedikitnya ditemukan 20 pelanggaran prokes tiap harinya. Seperti tidak memakai masker. Pelanggar diberi pembinaan di lokasi dan masker.

"Kami juga menggelar swab antigen di beberapa lokasi seperti pospam, perbatasan antarkabupaten, objek wisata dan lainnya. Tidak ada temuan yang positif," pungkas dia.

(sip/rih)