Peserta Diksar Menwa UNS Tewas Dipukul Replika Senjata, Segini Beratnya

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 15:58 WIB
Polresta Solo menyerahkan dua orang tersangka kasus tewasnya Gilang Endi Saputra (21), peserta Diksar Maut Menwa UNS kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo.
Momen 2 Tersangka Diksar Maut Menwa UNS Dikirim ke Kejari. (Foto: Bayu Ardi Isnanto)
Solo -

Peserta Diklat Menwa UNS, Gilang Endi Saputra, diduga tewas karena dipukul menggunakan replika senjata laras panjang oleh dua seniornya. Meski mengenakan helm, korban tetap mengalami cedera di kepala.

Wakapolresta Solo, AKBP Gatot Yulianto, mengatakan berat helm dan replika senjata tersebut sudah ditimbang. Helm itu beratnya 1,1 kilogram. Sedangkan berat replika senjatanya itu 3,6 kilogram.

"Telah dilakukan penimbangan di Dinas Perdagangan UPT Metrologi Legal Kota Surakarta. Didapat bahwa replika senjata laras panjang dengan berat 3606,88 gram, helm dengan berat 1170,76 gram, (itu) yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Gatot dalam jumpa pers di Mapolresta Solo, Senin (3/1/2022).

Dalam rekonstruksi pada 18 November 2021, ada beberapa adegan kekerasan yang dilakukan oleh kedua tersangka, Nanang Fahrizal Maulana (NFM) dan Faizal Pujut Juliono (FPJ), terhadap korban Gilang.

Adegan kekerasan itu terlihat dalam beberapa peragaan. Pada peragaan ke-22, NFM menampar korban karena melakukan kesalahan. Pada peragaan ke-25, NFM kembali melakukan kekerasan menggunakan popor atau gagang senjata replika.

Kekerasan kembali terulang pada adegan ke-31 ketika FPJ memukul kepala korban menggunakan gulungan matras. Tindakan itu dilakukan karena ada peserta yang keliru saat mengikuti senam senjata.

Tindak kekerasan terakhir terjadi pada adegan ke-50, di mana korban yang sudah dalam kondisi lemah dipukul menggunakan gagang replika senjata.

Gatot mengatakan, polisi sudah mengirimkan berkas perkara kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Solo pada 30 November 2021. Namun berkas sempat dikembalikan untuk dilengkapi.

"Pada 22 Desember, penyidik telah mengirimkan kembali kelengkapan berkas kepada JPU. Pada 28 Desember, penyidik telah menerima surat dari Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta bahwa berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21," kata Gatot.

"Hari ini, 3 Januari, kita kirimkan barang bukti dan tersangka kepada JPU," lanjut dia.

Barang bukti yang dikirimkan itu antara lain belasan replika helm, belasan replika senjata laras panjang, matras, seragam, tali karmentel, hingga kamera beserta kartu memori.

Kedua tersangka dikenai Pasal 351 ayat (3) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP ataunPasal 359 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP. "Yakni tindak pidana secara bersama-sama melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dan/atau karena kelalaiannya/kealpaannya menyebabkan orang lain meninggal dunia. Ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara," kata Gatot.

Simak video '2 Panitia Diksar Menwa UNS Solo Jadi Tersangka':

[Gambas:Video 20detik]



(dil/sip)