Bea Cukai Jateng-DIY Bongkar Penyelundupan 8 Kg Sabu Selama 2021

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 21:43 WIB
Bea Cukai Jateng-DIY ungkap penyelundupan total 8 kg sabu selama tahun 2021.
Bea Cukai Jateng-DIY ungkap penyelundupan total 8 kg sabu selama tahun 2021. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang -

Direktorat Jenderal Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah Jateng-DIY mencegah penyelundupan 5,3 kg sabu. Dan selama 2021 total ada 8 kg sabu yang gagal beredar karena penyelundupannya terbongkar.

Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah Jateng-DIY Purwantoro mengatakan pengungkapan dilakukan dengan koordinasi berbagai pihak antara lain KPPCB Tanjung Emas dan BNNP Jateng serta BNNP Jatim.

"Terdapat kasus besar yang selama ini belum diekspos karena masih proses pengembangan, di mana berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 5.283 gram narkotika melalui barang kiriman dari luar negeri menggunakan modus false concealment," kata Purwantoro dalam siaran pers di kantornya, Semarang, Jumat (31/12/2021).

Ia menjelaskan pada 1 Oktober 2021 di Semarang, unit satwa atau K-9 mencurigai barang dari luar negeri di gudang Perusahaan Jasa Titipan Internasional PT JL. Didampingi pihak PT JL dilakukan pemindaian X-ray.

"Dilakukan pemindaian X-ray yang menunjukkan bahwa terdapat barang yang disembunyikan di dalam paket tersebut. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap barang dimaksud," kata Purwantoro.

"Didapati isi barang berupa kristal putih bening," imbuhnya.

Barang tersebut hendak dikirim ke Jawa Timur kemudian koordinasi dilakukan dengan BNNP Jawa Timur.

"Atas temuan itu dilakukan serah terima kepada BNNP Jateng untuk diproses bekerja sama dengan BNNP Jatim," jelasnya.

Sementara itu selama tahun 2021 dalam sinergi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN) di wilayah Kanwil DJBC Jateng-DIY menindak 106 kasus narkotika.

Rinciannya yaitu kasus sabu sebanyak 17 kasus dengan berat 8 kg. Kemudian 1 kasus dimethyltryptamine (DMT) seberat 6,92 gram. Berikutnya tembakau Gorila 54 kasus dengan total berat 703 gram.

"Pengungkapan kasus berupa methamphetamine (sabu) sebanyak 17 kasus dengan berat 8.005 gram," jelasnya.

Kemudian kasus tembakau gorila dan ganja ada 3 kasus dengan berat 112 gram. Lalu ada kasus obat keras dan psikotropika sebanyak 31 kasus dengan barang bukti 29.165 butir dan 431 gram.

"Kasus-kasus tersebut selanjutnya ditindaklanjuti oleh Polri dan BNN dan ditemukan 104 orang tersangka atau terperiksa," kata Purwantoro.

(alg/rih)