Abaikan soal Sengketa, Pemkot Solo Tetap Lakukan Penataan Sriwedari

Ari Purnomo - detikNews
Kamis, 23 Des 2021 19:51 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Foto: Ari Purnomo/detikcom
Solo -

Pemkot Solo tidak ingin meratapi hasil banding yang ditolak Pengadilan Tinggi (PT) Semarang terkait sengketa lahan Sriwedari. Pemkot Solo kini sudah menyiapkan blueprint untuk penataan kawasan Sriwedari terutama di bekas Bonrojo dan Segaran.

"Dan sekali lagi kita kembalikan ke warga, saya tidak mau Sriwedari dibiarkan terbengkalai seperti itu," kata Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka kepada wartawan ditemui di Mapolresta Solo, Kamis (23/12/2021).

Gibran mengatakan pihaknya tidak akan mengubah desain Sriwedari terlalu banyak. Penataan akan menyesuaikan dengan kondisi yang sudah ada, terpenting bisa dimanfaatkan masyarakat.

"Konsep penataan jadi publik space yang kita sentuh Segaran dulu. Kita akan kembalikan ke fungsi awal, kita tidak ingin merubah terlalu banyak, yang penting warga bisa beraktivitas di situ," ungkapnya.

Salah satu yang dihadirkan di Sriwedari adalah kebun binatang dengan hewan-hewan yang ramah manusia. Seperti burung, rusa dan juga hewan-hewan lainnya.

"Dulu di situ kan juga ada gajahnya, penataan didanai oleh CSR. CSR juga sudah ada, kemarin saya sudah rapat dengan Pak Sekda dan CSR," ungkapnya.

Seperti diketahui, sampai saat ini lahan Sriwedari masih menjadi sengketa antara ahli waris dengan Pemkot Solo. Terbaru, Pemkot Solo kalah lagi setelah banding yang diajukannya ditolak Pengadilan Tinggi Semarang.

Pemkot Solo pun sudah memastikan mengajukan kasasi setelah relaas pemberitahuan dari pengadilan diterima.

"Iya kami akan ajukan kasasi, pasti kasasi, kami masih menunggu relaas pemberitahuan putusan dari Pengadilan Negeri (PN) Solo," jelas Kuasa Hukum Pemkot Solo Wahyu Winarto saat dihubungi detikcom, Rabu (22/12).

(rih/ams)