Kades Nglebak Blora yang Buka Pintu Darurat Pesawat Minta Maaf

Febrian Chandra - detikNews
Selasa, 21 Des 2021 11:33 WIB
Sudarto, Kades Nglebak yang membuka pintu darurat pesawat Citilink
Kades Nglebak, Sudarto (Foto: Istimewa)
Blora -

Kepala Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Blora, Sudarto (57) meminta maaf karena membuka pintu darurat pesawat Citilink kemarin. Dia juga bersedia bertanggungjawab mengganti biaya perjalanan rombongan kades yang harus beralih moda tranportasi karena penerbangannya batal.

"Dan secara kesadaran. Saya meminta maaf kepada teman-teman kepala desa yang akhirnya terganggu perjalanan pulangnya. Saya siap mengganti biaya perjalanan pulang yang dikeluarkan secara pribadi oleh kawan-kawan kades. Ini murni kesadaran dari saya," kata Sudarto saat dihubungi detikcom, Selasa (21/12/2021).

Usai insiden itu, Sudarto mengaku dibawa oleh pihak otoritas bandara untuk diinterogasi. Sudarto mengatakan dia juga membuat surat pernyataan yang berisi kelalaian penumpang. Namun dirinya menyanggah, bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui dan tidak sengaja membuka pintu darurat.

"Setelah ditanya-tanya, diinterogasi kurang lebih satu jam lamanya. Dari pihak maskapai hanya diberi sanksi tiket pesawat menuju Blora hangus. Saya juga ditawari mau pulang ke Blora naik apa? Saya jawab naik bus saja lah. Oleh pihak bandara, saya dihubungkan oleh ojek online untuk di antar ke terminal," terangnya.

Sudarto juga mengaku tidak mengetahui jika ternyata pesawat yang sempat dia naiki tadi batal terbang. Sehingga rombongan penumpang pesawat yang berisi para kades dari Kecamatan Kradenan, Tunjungan dan Kunduran harus beralih moda transpotasi untuk pulang ke Blora.

Beberapa penumpang ada yang memilih naik pesawat lagi dengan tujuan ke Bandara Juanda, Surabaya dan naik kereta api. Adapula rombongan yang memilih naik bus.

"Saya sendiri naik bus pulang ke Blora. Yang interogasi saya juga tidak ngomong ke saya kalau para penumpang lainnya tidak bisa terbang. Saya kaget, dia atas bus saya menghubungi ketua praja kepada desa di 3 kecamatan untuk meminta maaf," tuturnya.

Saksikan juga Spesial Hari Ibu: "Kami Mau Ditelepon Ayah"

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)