Ini Dalih Kades Viral Pilih Anak Lolos Seleksi Perangkat Desa

Andika Tarmy - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 15:09 WIB
Surat terbuka peserta seleksi perangkat desa dengan nilai tertinggi yang kalah dengan anak kades
Surat terbuka peserta seleksi perangkat desa dengan nilai tertinggi yang kalah dengan anak kades (Foto: tangkapan layar IG @widyayu_sky)

Dia mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut soal penyelesaian polemik ini. Hasil klarifikasi masih akan dianalisis oleh tim penyelesaian permasalahan perangkat desa.

"Kita kan ditugasi bupati untuk menelusuri permasalahan ini seperti apa. Baru setelah ini dianalisa," kata dia.

Suprapto pun mempersilakan bila ada pihak yang keberatan untuk mengajukan gugatan lewat pengadilan.

"Pada prinsipnya semua warga negara punya hak hukum ya, jadi boleh saja menggugat," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, surat terbuka dari Eka Widyayu Wardani berisi keluhannya yang mendapat nilai tertinggi dalam seleksi Perdes, namun kalah dengan menantu kades yang nilainya jauh di bawahnya viral di media sosial.

Surat terbuka ini dibagikan Eka di akun Instagram @widyayu_sky. Dalam postingannya, Eka mengunggah foto hasil seleksi tertulis perangkat desa yang menunjukkan dirinya mendapatkan mendapatkan nilai tertinggi. Saat dimintai konfirmasi, Eka pun mempersilakan postingan itu dikutip.

"Saya melakukan pendaftaran, melengkapi berkas, mengikuti ujian dan mendapatkan nilai akhir tertinggi di tes. Tapi kenapa yang terpilih itu malah peserta yg nilainya jauh di bawah saya dan peserta yg terpilih itu ANAK KEPALA DESA sendiri?" terang Eka.

Dalam postingan itu, Eka juga menyinggung soal urgensi adanya seleksi jika akhirnya akan dimenangkan oleh anak kades. Selain itu, biaya ujian yang dibebankan ke anggaran desa disebutnya menjadi pemborosan.

"Kalau ujung-ujungnya anaknya sendiri kenapa harus ada tes bukannya itu termasuk pemborosan anggaran desa? Karena info yang saya dapat, untuk mengikuti tes dengan pihak ketiga, mengeluarkan biaya Rp 800.000,00/peserta dan itu diambil dari uang belanja desa," beber Eka.


(ams/rih)