Ini Dalih Kades Viral Pilih Anak Lolos Seleksi Perangkat Desa

Andika Tarmy - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 15:09 WIB
Surat terbuka peserta seleksi perangkat desa dengan nilai tertinggi yang kalah dengan anak kades
Surat terbuka peserta seleksi perangkat desa dengan nilai tertinggi yang kalah dengan anak kades (Foto: tangkapan layar IG @widyayu_sky)
Karanganyar -

Surat terbuka peserta seleksi perangkat Desa Plumbon, peraih nilai tertinggi kalah dari anak kades viral di media sosial. Kepada Inspektorat Pemkab Karanganyar, Kades Plumbon Suwaji membenarkan telah memilik anak menantunya dengan alasan berpengalaman.

"Kades pertimbangannya disampaikan, yang bersangkutan pernah bekerja di luar negeri sehingga dia berpengalaman untuk bisa membantu desa melaksanakan pekerjaan-pekerjaan di desa," kata Kepala Inspektorat Pemkab Karanganyar, Suprapto, kepada wartawan, Jumat (17/12/2021).

Untuk diketahui, Eka Widyayu Wardani dalam tes seleksi kepala seksi (kasi) pemerintahan itu mendapatkan nilai 73,92, sedangkan yang terpilih yakni Joko Sujiyanto meraih nilai 60,55. Total ada tujuh orang yang lolos seleksi tersebut, dengan nilai tertinggi diraih Eka Widyayu.

Suprapto menyebut alasan itu disampaikan Kades Plumbon saat dimintai klarifikasi tim penyelesaian permasalahan perangkat desa. Kades Plumbon dimintai klarifikasi bersama dengan Camat Tawangmangu dan panitia seleksi perangkat desa.

"(Alasan) Kedua, dia (calon terpilih) sudah bekerja dan berperilaku baik dan diharapkan bisa memberikan kontribusi yang positif kepada pemerintah desa. Itu alasan kades," imbuhnya.

Suprapto meluruskan peserta terpilih yang disebut sebagai anak Kades Plumbon tersebut berstatus anak menantu. Kades Plumbon sendiri telah memberikan klarifikasi soal fakta ini.

"Saudara Joko (peserta terpilih) ini menantu dari kades (Suwaji)," jelas Suprapto.

Suprapto mengatakan tidak ada ketentuan peraih nilai tertinggi dijamin menjadi calon terpilih. Dia lalu merujuk Perbup 77 tahun 2019 tentang Perangkat Desa, yang berisi jika calon yang lolos tes lebih dari satu orang, wewenang rekomendasi diserahkan kepada kepala desa.

"Kalau di perbup secara tertulis memang tidak ada penyebutan itu (ranking satu pasti terpilih). Jadi kan prosesnya dimulai dari pendaftaran kemudian dilanjutkan tes tertulis," terangnya.

"Kemudian sudah ada hasilnya ada 7 orang yang dinyatakan lulus untuk diserahkan kepada kades. Kemudian kades mengajukan usul kepada camat dan camat memberikan rekomendasi kepada kades untuk mengangkat dari yang diusulkan itu," imbuh Suprapto.

Lihat juga video 'Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Tasikmalaya Dicokot Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya di halaman berikutnya....