Kaleidoskop 2021

Kasus-kasus Pembunuhan Racun Sianida yang Gemparkan Jateng-DIY 2021

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 14:12 WIB
Rekonstruksi kasus takjil sianida yang menewaskan seorang bocah di Kapanewon Sewon, Bantul digelar hari ini. Tersangka memperagakan sejumlah adegan dalam rekonstruksi tersebut.
Nani Aprilliani Jalani Rekonstruksi Kasus Takjil Sianida. (Foto: Agus Septiawan/detikcom)
Yogyakarta -

Berita kriminalitas di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama 2021 diwarnai dengan kasus-kasus sadis pembunuhan menggunakan racun sianida. Motif dan modusnya beragam, bahkan salah satunya salah sasaran menewaskan seorang bocah anak driver ojek online (ojol).

Berikut ini rentetan kasusnya:

Takjil Sate Maut Tewaskan Bocah Anak Ojol

Kasus pertama racun sianida yang menyebabkan korban tewas yakni takjil sate beracun di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kasus ini terjadi pada 25 April 2021 silam.

Pelaku bernama Nani Aprilliani Nurjaman (25) yang terbakar emosi berniat mengirim sate untuk seorang pria yang selama ini menjalin hubungan asmara dengannya. Nani marah karena pria yang akhirnya diketahui merupakan seorang polisi bernama Tomi itu tak jadi menikahinya.

Nani mengirim sate yang sudah dicampur sianida ini melalui seorang driver ojek online (ojol) Bandiman, tapi tanpa lewat aplikasi. Perempuan asal Jawa Barat itu juga menggunakan nama palsu sebagai pengirim sate itu.

Namun rupanya Tomi tak ada di rumah, dan sang istri menolak menerima kiriman tersebut karena merasa tak mengenali pengirimnya. Istri Tomi meminta Bandiman membawa pulang sate itu untuk berbuka puasa bersama keluarganya.

Bandiman yang tak menaruh curiga membawa sate itu pulang. Sate itu lalu diberikan kepada istri dan dua anaknya. Usai menyantap sate itu, ketiganya langsung merasakan pahit dan muntah-muntah bahkan tak sadarkan diri. Istri dan seorang anak Bandiman berhasil diselamatkan, tapi nahas anak kedua Bandiman yakni Naba Faiz Prasetya (10) meninggal dunia.

Nani Aprilliani Nurjaman terdakwa takjil sianida divonis 16 tahun buiNani Aprilliani Nurjaman terdakwa takjil sianida divonis 16 tahun bui Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Seiring berjalannya waktu, kasus Nani disidangkan. Majelis Hakim PN Bantul telah menjatuhkan vonis hukuman 16 tahun penjara pada Senin (13/12). Vonis ini lebih ringan dua tahun dibandingkan tuntutan jaksa yakni hukuman 18 tahun penjara.

Hakim Ketua Aminuddin menyatakan Nani terbukti melakukan pembunuhan berencana karena membeli racun secara online dan mengakibatkan matinya seorang anak. Aminuddin menyatakan Nani terbukti melanggar Pasal 340 KUHP.

Dukun Pengganda Uang, Habisi Nyawa 4 Orang

Empat orang tewas usai menjadi korban racun maut IS (57) di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tersangka menghabisi korban dengan racikan sianida demi menguasai uang korbannya. Dalam aksinya, IS mengaku kepada korban sebagai dukun pengganda uang.

IS (57) yang meracuni empat orang dengan racun sianida jalani proses rekonstruksi hari ini. Total ada 47 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi tersebut.IS (57) yang meracuni empat orang dengan racun sianida jalani proses rekonstruksi hari ini. Total ada 47 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi tersebut. (Foto: Eko Susanto/detikcom)

Kasus ini awalnya terungkap setelah penemuan mayat dua pedagang sayur berinisial L (31), dan W (38). Mayat kedua pedagang sayur itu ditemukan di pinggir jalan Dusun Sukyoso, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Rabu (10/11) pukul 20.30 WIB.

Dari kasus penemuan dua mayat ini, petunjuk akhirnya mengarah ke IS. Seorang petani yang juga dikenal sebagai dukun di kampungnya Kecamatan Kajoran. IS pun ditangkap pada Kamis (11/11) malam.

Simak video 'Tok! Nani Takjil Sianida Divonis 16 Tahun Penjara':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya...