Menengok Perjalanan Kasus Nani Takjil Sianida hingga Divonis 16 Tahun Bui

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 13 Des 2021 15:41 WIB
Foto tersangka kasus takjil sianida, Nani Aprilliani, dasteran di dalam sel tahanan viral di media sosial.
Foto tersangka kasus takjil sianida, Nani Aprilliani, dasteran di dalam sel tahanan viral di media sosial (Foto: Istimewa)
Bantul -

Nani Aprilliani Nurjaman (25) divonis 16 tahun bui karena terbukti melakukan pembunuhan berencana. Terdakwa kasus takjil sianida ini pun berencana mengajukan banding. Berikut perjalanan kasusnya.

Merujuk https://sipp.pn-bantul.go.id/index.php/detil_perkara Nani menjalani sidang perdana di tanggal 16 September 2021. Selain itu, hingga saat ini Nani telah menjalani 16 persidangan hingga akhirnya hari ini dijatuhi vonis 16 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bantul.

Berikut perjalanan kasus takjil sianida yang menjerat Nani:

- 25 April 2021
Kasus tersebut bermula saat seorang warga Pedukuhan Salakan, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul yakni Naba Faiz Prasetya (10) meninggal usai menyantap takjil yang dibawa oleh ayahnya pada hari Minggu (25/4). Ayahnya Bandiman (36) yang bekerja sebagai driver ojek online (ojol) itu mendapat takjil setelah penerima orderan makanan menolaknya.

Kapolsek Sewon Kompol Suyanto mengungkap kala itu Bandiman mendapat orderan tanpa menggunakan aplikasi dari seorang wanita di Jalan Gayam, Kota Yogyakarta. Wanita itu meminta Bandiman untuk mengantarkan makanan berupa lontong dan snack takjil untuk Tomy yang bertempat tinggal di Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul.

"Pengirim juga memberikan nomor telepon Tomy. Nah, usai menerima paketan tersebut, Bandiman segera berangkat ke alamat tersebut," kata Suyanto saat dihubungi wartawan, Senin (26/4/2021).

Sesampainya di alamat yang dituju, Bandiman menelopon Tomy namun yang bersangkutan sedang berada di luar kota. Sedangkan yang berada di rumah hanya istri dari Tomy.

"Merasa tidak kenal dengan pemesan dan tidak order takjil, paket tersebut diberikan kepada Bandiman untuk dibawa pulang," ucapnya.

Sesampainya di rumah Bandiman memberikan makanan takjil tersebut kepada istrinya yang bernama Titik Rini (33) dan kedua anaknya yang salah satunya Naba Faiz Prasetya (10). Saat itu, Bandiman dan anak pertamanya memakan sate ayam tanpa bumbu sedangkan istri anak keduanya memakan sate menggunakan bumbu.

"Usai menyantap makanan tersebut, istri dan anak kedua Bandiman mengaku merasa pahit dan mengalami muntah-muntah lalu tidak sadarkan diri," katanya.

Melihat kejadian tersebut, Bandiman berusaha memberikan pertolongan dan meminta bantuan warga untuk di bawa ke RSUD Kota Yogyakarta. Namun, setelah mendapat perawatan anak kedua Bandiman tidak dapat tertolong.

"Setelah dilaksanakan penanganan dan pemeriksaan, korban atas nama Naba dinyatakan meninggal dunia. Sementara istri Bandiman harus mendapat perawatan intensif," ucapnya.

- 3 Mei 2021
Satreskrim Polres Bantul akhirnya meringkus Nani Aprilliani Nurjaman (25), pengirim takjil beracun yang menewaskan Naba. Nani sebetulnya mengirim takjil berupa sate secara offline melalui ojol untuk menyasar seorang polisi bernama Tomi.

"Setelah lidik empat hari berhasil mengerucut kepada seseorang dan pada hari Jumat (30/4) kami berhasil mengamankan NA, seorang pekerja swasta asal Majalengka," kata Direktur Diteskrimum (Dirreskrimum) Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Senin (3/5).

- 25 Agustus 2021
Berkas kasus takjil sianida dengan tersangka Nani Aprilliani Nurjaman (25) dinyatakan lengkap dan diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul. Nani kemudian dititipkan ke Lapas khusus perempuan di Gunungkidul.

"Pada hari ini kami menerima pelimpahan tahap 2 perkara atas nama Nani Apriliani Nurjaman alias Tika, yang terkait dengan kasus sate sianida," kata Kepala Kejari (Kajari) Bantul Suwandi saat ditemui di Kantor Kejari Bantul, Rabu (25/8).

Selengkapnya di halaman berikut....

Lihat Video: Tok! Nani Takjil Sianida Divonis 16 Tahun Penjara

[Gambas:Video 20detik]