Nani Sianida Divonis 16 Tahun Bui, Ayah Korban: Dia Rampas Harapan Saya!

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 13 Des 2021 14:54 WIB
Nani Aprilliani Nurjaman (25) jalani sidang putusan terkait kasus takjil sianida yang menjeratnya. Dalam sidang itu ia divonis 16 tahun penjara.
Sidang vonis Nani Aprilliani Nurjaman (25) digelar PN Bantul, Senin (13/12/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Bandiman, ayah bocah 10 tahun yang jadi korban salah sasaran takjil sianida Nani Aprilliani Nurjaman (25), mengaku tidak puas dengan vonis 16 tahun hakim Pengadilan Negeri (PN) Bantul. Namun Bandiman mengaku harus ikhlas dengan putusan tersebut.

"Saya sebagai wali korban ya cuma menghormati putusan hakim, kalau ditanya masalah puas dan tidaknya, tentu saja kita tidak puas," kata Bandiman saat ditemui di PN Bantul, Senin (13/12/2021).

Ketidakpuasan tersebut, kata Bandiman, karena perbuatan Nani telah merampas kebahagiaannya memiliki anak laki-laki. Namun kembali lagi Bandiman menghormati keputusan majelis hakim. Bandiman menilai seharusnya Nani diganjar hukuman seberat-beratnya.

"Karena telah merampas kebahagiaan dan harapan saya. Tapi semua itu saya serahkan kepada putusan hakim," ucapnya.

"Kalau harapan, ya kalau saya tidak (sesuai putusan majelis hakim), kalau kita sih maunya seberat-beratnya. Tapi ya tetap menghormati keputusan pengadilan terutama banding, dan saya menerima keputusan pengadilan, saya belajar ikhlas, sudah gitu saja," ujar Bandiman.

Diberitakan sebelumnya, terdakwa kasus takjil sianida yang menewaskan seorang bocah di Bantul, Nani Aprilliani Nurjaman (25), divonis 16 tahun penjara.

"Mengadili, satu menyatakan terdakwa Nani Aprilliani Nurjaman alias Tika binti Maman Sarman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Sebagaimana di dalam dakwaan ke satu primair Jaksa Penuntut Umum," ujar Hakim Ketua Aminuddin saat persidangan di PN Bantul, Senin (13/12).

"Dua, menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 16 tahun," lanjut Aminuddin.

Terkait vonis itu, pengacara Nani akan mengajukan banding. Pihaknya menyoroti Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana yang dinilai memberatkan hukuman Nani.

"Setelah dari pembicaraan tim kuasa hukum Nani Aprilliani Nurjaman kami ajukan banding," kata salah satu dari tim kuasa hukum Nani, R Anwar Ary Widodo, saat ditemui di PN Bantul, Senin (13/12).

Ary mengungkapkan bahwa yang membuat Nani divonis hukuman 16 tahun penjara karena jeratan Pasal 340 KUHP. Untuk materi banding lainnya akan dibahas bersama tim kuasa hukum.

"Alasannya nanti setelah kita kupas bersama dari isi putusan itu ya. Karena yang memberatkan kan di pasal yang pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana," ucap Ary secara singkat.

Diketahui, takjil sianida Nani awalnya ditujukan kepada seorang polisi yakni Aiptu Tomi. Namun ternyata takjil yang dikirim offline lewat ojol itu ditolak oleh pihak keluarga Tomi karena merasa tidak memesan. Takjil maut itu kemudian diberikan kepada driver ojol dan dibawa pulang hingga akhirnya salah sasaran. Bocah 10 tahun yang merupakan anak ojol itu memakannya hingga keracunan dan meninggal.

Simak Video: Kuasa Hukum Klaim Nani 'Takjil Sianida' Tak Lakukan Pembunuhan Berencana

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)