Misteri Tanda Tangan Absensi Pegawai Pemkot Solo ke Papua Terungkap!

Ari Purnomo - detikNews
Minggu, 12 Des 2021 19:08 WIB
Mesin Absensi Sidik Jari yang dirancang khusus dengan Teknologi Terdepan saat ini. Mesin ini memiliki kapasitas memory yang besar dan dilengkapi dengan fitur canggih. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi absensi sidik jari. (Foto: Dikhy Sasra)
Solo -

Plt Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Solo Kinkin Sultanul Hakim angkat bicara soal Pegawai Tenaga Kerja dengan Perjanjian Kontrak (TKPK) Pemkot Solo yang bertugas di DPRD, FM, yang viral di media sosial gegara disebut bolos kerja dan pergi ke Papua. Kinkin mengungkap agenda FM ke Papua serta asal muasal tanda tangan di absensinya.

"Yang bersangkutan memang benar ke Papua untuk memenuhi surat permohonan dari UNICEF sebagai narsum terkait kota layak anak," terang Kinkin saat dihubungi wartawan, Minggu (12/12/2021).

Kinkim juga mengatakan sebelum berangkat ke Papua, FM sudah mengajukan surat permohonan izin kepada dirinya. Namun sebelum mendapatkan persetujuan darinya, FM sudah lebih dulu pergi ke Papua.

"Suratnya ada, tapi yang menjadi persoalan, suratnya itu datangnya mepet banget, kemudian dia mengurus izinnya secara lisan dan kesalahannya izin itu belum terproses dengan baik sudah masuk ke meja sudah berangkat," tuturnya.

Sesuai dengan izin yang diajukan, FM diketahui berada berangkat ke Papua pada 28 November dan baru kembali ke Solo pada 3 Desember 2021.

"Jadi dia kan lima hari kerja, bukan satu minggu (tidak masuknya) hanya lima hari, Sabtu-Minggu tidak dihitung," katanya.

Terkait dengan absensi manual FM, Kinkin mengatakan, tidak ada yang membantunya. FM disebutnya mengisi absensi setelah berada di Solo.

"Kalau absennya full, dia datang itu langsung ditandatangani. Jadi saya tanya kok bisa (full) apa diabsenkan teman, jadi prosesnya dia datang dia lihat absennya kosong, terus dia tandatangani. Setelah pulang langsung tanda tangan absen katanya gitu," urainya.

"FM juga sudah mengaku salah. Jumat kemarin sudah bikin surat pernyataan, jika mengulang siap sanksi yang terberat. Saya sudah bikin surat teguran tertulis kepada yang bersangkutan sudah saya kirim ke pak wali juga," kata Kinkin.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...

Lihat juga Video: Pemkot Solo Gencarkan Digitalisasi Transaksi

[Gambas:Video 20detik]