Dear Warga Purbalingga, Belanja di Pasar Segamas Kini Bisa Nontunai

Vandi Romadhon - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 16:46 WIB
Pedagang Pasar Segamas Purbalingga mulai menggunakan QRIS dalam transaksi jual beli, Kamis (9/12/2021).
Pedagang Pasar Segamas Purbalingga mulai menggunakan QRIS dalam transaksi jual beli, Kamis (9/12/2021). (Foto: Vandi Romadhon/detikcom)
Purbalingga -

Pedagang Pasar Segamas, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, kini dapat melayani transaksi pembelian non tunai dengan scan barcode Quick Respons Code Indonesian Standard (QRIS). Sebanyak 46 pedagang hari ini resmi melayani moda transaksi jual beli digital yang dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI).

"Jumlahnya memang baru sedikit tapi untuk memulai digitalisasi dalam sektor perdagangan kita tidak harus menunggu banyak ini baru 46 pedagang yang melayani transaksi dengan QRIS," kata Plt Kepala Dinperindag Purbalingga Johan Arifin kepada wartawan di Pasar Segamas, Kamis (9/12/2021).

Program kerja sama antara BI dengan Pemkab Purbalingga itu menurut Johan merupakan pilot project. Bertajuk Pasar S.I.A.P QRIS, Pasar Segamas menjadi satu-satunya pasar rakyat yang dipilih untuk menjadi pasar piloting di wilayah eks Keresidenan Banyumas.

"Ini pasar piloting, untuk program ke depan kami ingin mendorong digitalisasi bidang perdagangan di Kabupaten Purbalingga," ujarnya

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Purwokerto Samsun Hadi mengatakan Program S.I.A.P QRIS merupakan piloting program peningkatan penggunaan pembayaran non tunai QRIS di 51 pasar rakyat yang tersebar di 49 kabupaten/kota seluruh Indonesia.

"Di wilayah Eks Keresidenan Banyumas ini Pasar Segamas Purbalingga dinilai paling siap, sehingga kami piloting di tempat ini," kata Samsun.

Menurutnya, tantangan dari suksesnya program itu adalah membiasakan masyarakat untuk melakukan transaksi secara non tunai. Pihaknya ke depan akan mendorong sosialisasi agar mode pembayaran itu dapat lebih dikenal masyarakat.

"Tantangan kami adalah masyarakat belum terbiasa menggunakan QRIS dalam transaksi apalagi di pasar. Tapi kami optimis sesuai kemajuan teknologi dan edukasi yang akan kami lakukan program ini bisa mempermudah masyarakat," ujarnya.

Rini Subekti, salah satu pedagang buah di Pasar Segamas yang menggunakan QRIS, mengaku masih bingung dengan penggunaan aplikasi. Namun dirinya meyakini penggunaan teknologi itu akan memberikan kemudahan pembeli dalam memilih model pembayaran.

"Jujur masih agak bingung karena ini pertama, jadi belum tahu juga ada kendala seperti apa nantinya. Tapi karena zaman semakin maju kami ikut saja barangkali ada pembeli yang mau bayar non tunai kami juga bisa melayani," ucapnya.

(rih/sip)