Pengakuan Biadab Guru Agama Cabuli 15 Siswi SD di Cilacap

Arbi Anugrah - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 15:46 WIB
Guru Agama cabuli belasan murid SD di Cilacap, Kamis (9/12/2021).
Guru Agama cabuli belasan murid SD di Cilacap, Kamis (9/12/2021) (Foto: dok Polres Cilacap)
Cilacap -

Polisi menangkap M (51) seorang guru agama di salah satu SD di Cilacap, Jawa Tengah terkait kasus pencabulan 15 siswinya. M mengaku hanya main-main dan kini dihantui perasaan bersalah.

"Bersalah pak, saya hanya sebatas main-main saja pak, nafsu. Dengan kejadian ini sangat sangat menyesal," kata M kepada wartawan di Mapolres Cilacap, Kamis (9/12/2021).

M membantah memberikan iming-iming nilai agama yang tinggi atau janji lainnya. Dia hanya mengaku tertarik dengan anak kecil.

"Saat melakukan tidak dijanjikan apapun, tidak ada ancaman tidak ada janji. Ya tertarik saja dengan anak kecil," aku M.

M pun kini menyesali perbuatannya sebagai guru agama yang nekat melakukan pencabulan. Dia meminta maaf kepada para korbannya.

"Sebenarnya gitu (melenceng dari guru agama), saya sudah merasa berdosa. Saya mohon maaf kepada semua korban, semoga di sana sehat selalu dan saya sangat menyesali," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus ini terungkap setelah salah seorang korban bercerita kepada orang tuanya pada 24 November 2021 lalu. Mendengar itu, orang tua korban lalu melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Patimuan dan ditangani unit PPA Satreskrim Polres Cilacap.

Dari penyelidikan polisi, ternyata ada belasan siswi lain yang menjadi korban perbuatan bejat tersangka. Total ada 15 anak SD yang menjadi korban.

"Sejak September 2021, jadi awal ketika ada kebijakan pemerintah tatap muka, di sini ada perbuatan awal yang terjadi, dan korban ini yang menjadi korban pertama yang kami periksa. 15 korban ini kalau dari September (sampai November) berati sekitar 10 minggu, rata-rata korban kelas 4 dan 5, usianya paling besar 9 tahun," kata Kasat Reskrim Polres Cilacap, AKP Rifeld Constantien Baba saat rilis pers di kantornya, Kamis (9/12).

"Dengan jumlah 15 anak ini, aksi tersebut sudah dilakukan lebih dari 10 kali, dan satu korban bisa kena (perlakuan cabul) hampir 5 kali," lanjut Rifeld.

Dia menjelaskan motif aksi pencabulan yang diakui pelaku yakni karena terdorong hasrat seksual. Sedangkan pelaku diketahui sudah berkeluarga.

"Perlakuan sama, masih kategori pencabulan, motifnya hasrat saja," ujarnya.

Lihat juga video 'Pengasuh Ponpes di Mojokerto Perkosa Santriwati dengan Iming-iming Berkah kiai':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)