Tabungan Tak Bisa Cair, Nasabah Geruduk KSP di Yogya

Heri Susanto - detikNews
Senin, 06 Des 2021 15:35 WIB
business concept money of glass and growht small tree
Ilustrasi tabungan (Foto: iStock)
Yogyakarta -

Sejumlah nasabah menggeruduk kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama di Jalan Sisingamangaraja, Yogyakarta. Mereka mengeluhkan tabungannya untuk segera dicairkan.

Para nasabah itu tampak membawa sejumlah poster berisi protes. Di antaranya, 'Kami Butuh Uang Gak Butuh Janji', 'Kapan Kami Dibayar KSB', 'Ini Sudah Desember'.

"Harusnya bulan Desember ini kami mendapatkan 4 persen dari total simpanan kami sesuai kesepakatan awal. Tapi sampai sekarang tidak bisa kami ambil, padahal itu uang kami sendiri," kata salah seorang nasabah, Nurlia, di sela aksinya, Senin (6/12/2021).

Nurlia mengaku sudah sering mendatangi kantor cabang KSB di Jalan Sisimangaraja untuk menanyakan tabungannya. Uang itu merupakan jerih payahnya menabung sejak 2015 dari hasil menyewakan kamar indekos dan teknisi TV berlangganan.

"Kami sudah menanyakan tapi selalu dijawab dengan alasan tabungannya tak bisa dicairkan," katanya.

Nurlia menyebut pihak koperasi beralasan keputusan pencairan tabungan ada di kantor pusat. Namun hingga saat ini tidak ada kejelasan informasi pengembalian uang mereka.

"Saya mau bayar semesteran untuk kuliah anak, tapi saat saya minta uang saya dikembalikan tapi koperasi ternyata memberikan. Padahal itu baru 4 persen, lalu sisanya yang 96 persen bagaimana nasibnya. Karenanya kami menuntut pengembalian uang kami hari ini," ungkap Nurlia yang merupakan orang tua tunggal ini.

Hal senada juga disampaikan, Eddy Santosa yang mengeluhkan duit tabungannya sebesar Rp 764 juta yang tak bisa dicairkan. Pensiunan Mitra Pemasaran KSP Sejahtera Bersama Cabang Sisimangaraja ini juga mengaku bingung tak bisa mencairkan tabungannya.

"Padahal dari rekening koran yang diprint-out, uang tabungan mereka sudah didebet atau dicairkan. Namun dia sama sekali tidak menerima uang tersebut. Sampai hari uang saya sama sekali tidak dikembalikan, bahkan dari 4 persen yang dijanjikan pun tidak diberi," sesal Eddy.

Diwawancara terpisah, Ketua Tim Kerja Fakta Kasus KSP Sejahtera Bersama Dyapari Aritonang mengatakan pimpinan koperasi tersebut berjanji mencairkan 4 persen dari total dana simpanan nasabah sekitar Juli 2021 lalu. Sesuai keputusan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Namun menurutnya, baru sekitar 1 persen nasabah yang mendapatkan pencairan dana mereka. Kemudian 99 persen dana milik nasabah belum cair sampai Desember 2021 ini.

"Ada sekitar 10 ribu nasabah di DIY yang sampai saat ini belum ada yang dikembalikan. Total tabungan dari ribu nasabah ini, sekitar Rp 800 miliar," kata Ketua Tim Kerja Fakta KSP Sejahtera Bersama Dyapari Aritonang.

"Padahal untuk pencairan desember baru di angka 4 persen, belum seluruh dana simpanan nasabah, tapi itu juga belum didapatkan," sambungnya.

Branch Manager KPS Sejahtera Bersama Cabang Sisingamangaraja Nur Syamsiah yang menemui pendemo mengaku sudah berkali-kali menyampaikan keluhan nasabah ke kantor pusat. Namun sampai saat ini kantor pusat beralasan tidak memiliki dana nasabah.

"Barusan saya telepon dan memberikan laporan ke kantor pusat untuk memberikan gambaran kondisi (nasabah) di Jogja. Saya yang menghadapi setiap hari, saya juga tidak tega karena saya juga merasakan penderitaan. Tapi pada intinya kantor pusat kalau sudah ada uang tidak akan menunda-nunda (pencairan tabungan)," kata Nur.

Nur menyebut ketiadaan dana di kantor pusat karena aset yang dimiliki KSB tidak laku terjual. Dengan alasan itu, pihak KSB tidak bisa mengembalikan uang nasabah.

"Tapi kenyataannya aset belum ada yang terjual sama sekali, ini yang akhirnya tidak bisa membayarkan tabungan semua anggota nasabah," imbuh Nur.

(ams/sip)