Pasar Legi Solo Rampung Dibangun, Ini Sederet Fasilitas Barunya

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 18:39 WIB
Pasar Legi Solo
Foto: Dok Pemkot Solo
Solo -

Bangunan Pasar Legi di Solo, Jawa Tengah, baru saja selesai dibangun dan akan segera diresmikan. Meski masih bersuasana tradisional, pasar baru ini memiliki sejumlah fasilitas yang modern.

Seperti diketahui, Pasar Legi terbakar pada Oktober 2018 lalu diduga karena korsleting listrik. Pasar yang sudah diserahterimakan kepada Pemkot Solo pada 30 November 2021 ini juga dilengkapi sarana penanganan kebakaran modern.

Berikut sejumlah fasilitas yang ada di Pasar Gede:

Bangunan 3 lantai

Jika Pasar Legi dahulu memiliki dua lantai, kini bangunan baru tersebut dibuat dengan tiga lantai. Tiga lantai itu terdiri dari semibasement, lantai dasar dan lantai atap.

Pasar Legi mampu memuat 316 kios dan 2.110 los. Halaman pasar yang luas pun dapat digunakan untuk area parkir hingga proses pemuatan barang.

Sistem zonasi

Pasar nantinya akan dibagi menjadi empat blok. Pembagian blok dibuat berdasarkan sistem zonasi.

Kepala Dinas Perdagangan Solo, Heru Sunardi, mengatakan dagangan seperti ikan asin, garam, hingga arang akan menjadi satu zonasi. Kemudian ada zonasi untuk sayuran, bawang merah, bawang putih hingga cabai.

"Daging sapi, daging ayam, ikan itu juga dibuat zona tersendiri, dengan sistem kebersihan yang baik. Ada juga zona untuk pedagang yang jual berbagai kebutuhan, seperti mentega, bumbu, dan lain-lain," ujar Heru saat dihubungi detikcom, Sabtu (4/12/2021).

Sistem penanggulangan kebakaran

Mengantisipasi terjadinya kebakaran lagi, pasar ini dilengkapi dengan hidran di sejumlah titik. Selain itu, di bagian dalam pasar juga dilengkapi sensor panas dengan penyemprot air otomatis.

"Ada water sprinkle di dalam pasar. Ketika mendeteksi suhu panas, maka air akan menyemprot sendiri, lalu alarm juga langsung berbunyi," ujar dia.

Konsep green building

Pasar Legi kini dibangun dengan konsep green building, yakni lebih hemat energi. Dengan konsep ini, pedagang tidak perlu menyalakan lampu di siang hari.

"Bangunannya lebih terbuka, sehingga cahaya bisa lebih banyak masuk. Sirkulasi udara pun lebih baik," tutupnya.

Akses lebih mudah

Dengan jumlah kios dan los yang mampu menampung seluruh pedagang, maka tidak ada pedagang yang berjualan di luar pasar. Maka akses di halaman maupun jalan di sekitar pasar pun semakin lancar.

(mbr/mbr)