Pengacara Pria yang Dilawan Mbah Minto: Klien Kami Luka Berat

Mochamad Saifudin - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 22:33 WIB
Sidang perdana Mbah Minto bela diri lawan pencuri di PN Demak, Senin (25/10/2021).
Sidang perdana Mbah Minto yang membela diri lawan pencuri di PN Demak, Senin (25/10/2021). Foto: Mochamad Saifudin/detikcom
Demak -

Kasmito atau Mbah Minto (75) dituntut dua tahun penjara karena melawan pencuri ikan di kolam yang dia jaga di Demak, Jawa Tengah. Penasihat hukum M (38), pria yang dibacok Mbah Minto, mengaku menghargai hak jaksa dalam memberikan tuntutan.

"Untuk masalah tuntutan kami nggak bisa memberikan tanggapan yang begitu jauh, itu haknya jaksa dalam menuntut, tapi yang diderita oleh klien kami memang berat. Sehingga untuk tuntutan segitu, ya banyak pertimbangan mungkin pihak jaksa untuk menuntut Mbah Minto," kata pengacara M, Muhammad Kunardi, kepada detikcom melalui telepon, Rabu (1/12/2021).

Kunardi menjelaskan bahwa kondisi kliennya saat ini masih dalam tahap penyembuhan dan belum bisa beraktivitas normal. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga pen dalam tubuh kliennya.

"Kondisinya saat ini masih dalam tahap penyembuhan. Karena ini kan memang, luka beratnya itu ada tiga pen di tubuhnya," ujar Kunardi.

Kunardi menuturkan bahwa kliennya memiliki jahitan yang riskan di bagian leher. Ia menerangkan bahwa biaya M berobat dan sehari-hari masih dibantu oleh kakaknya.

"Belum bisa (beraktivitas normal) karena itu untuk bergerak aja, itu kan nggak boleh banyak gerak. Karena jahitan yang leher itu riskan kalau buat gerak banyak itu," tuturnya.

"Masih kontrol dokter, karena ini kan rencana masih butuh pengambilan pen itu, kurang tahu jelasnya mau diambil berapa bulan lagi. Secara total dia tidak bisa melakukan aktivitas pekerjaannya, masih butuh istirahat dan jangan banyak bergerak dulu," tuturnya.

"Masih ditanggung oleh kakaknya," pungkas Kunardi.

Alasan Jaksa Menuntut 2 Tahun Penjara

Kejaksaan Negeri Demak menjelaskan bahwa telah menuntut dua tahun atas perkara Mbah Minto sudah dengan pertimbangan matang. Kajari Demak Suhendra juga menyebut bahwa restorative justice tidak bisa dilakukan terhadap kasus yang telah dilakukan Mbah Minto.

"Karena syarat-syarat yang ditentukan oleh restorative justice itu tidak bisa kita terapkan di perkara pidana yang telah dilakukan Mbah Minto. Karena penganiayaan yang dilakukan Mbah Kasmito ini termasuk kategori penganiayaan berat. Ancamannya 5 tahun," kata Kajari Demak Suhendra saat konferensi pers, Selasa (30/11).

Dia juga menerangkan tidak ada upaya perdamaian antara Mbah Minto dan korbannya, M. Hal inilah yang menjadi alasan jaksa tidak menerima restorative justice Mbah Minto.

"Di samping itu, yang paling penting adalah ini tidak ada perdamaian di antara terdakwa dan korban. Sehingga tidak memenuhi, tidak memungkinkan bagi kami melakukan restorative justice," sambung Suhendra.

(rih/rih)