Pria Kulon Progo Ini Nekat Jual Tanah Milik Istri, Modusnya Tak Terduga

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 18:41 WIB
Kulon Progo -

Seorang pria di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berinisial N (40) ditangkap polisi lantaran nekat menjual tanah milik istrinya. Untuk mengelabui notaris, pelaku meminta bantuan seorang perempuan untuk berpura-pura menjadi istri sahnya.

"Modusnya, pelaku menyuruh seorang perempuan untuk berpura-pura menjadi istri palsunya. Di hadapan notaris, istri palsunya itu seolah-olah memberikan kuasa untuk menjual tanah kepada pembeli," terang Kapolres Kulon Progo AKBP Muharomah Fajarini dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (30/11/2021).

Fajarini menerangkan pelaku merupakan warga Kapanewon Panjatan, Kulon Progo. Tanah yang hendak dijual pelaku itu milik istrinya berinisial TAA. Namun sang istri tidak bersedia untuk menjual tanahnya, sehingga pelaku meminta bantuan seorang perempuan untuk berpura-pura menjadi istri aslinya.

Cara tersebut dilakukan pelaku guna melancarkan syarat administrasi di kantor notaris di Kulon Progo.

"Tersangka ini menyuruh Ana untuk memberikan keterangan palsu dalam suatu akta otentik dengan mengaku sebagai istri sahnya tersangka. Ketika di hadapan notaris membenarkan pertanyaan dari notaris terkait kepemilikan tanah yang mau dijual itu," jelas Fajarini.

Upaya pelaku berhasil karena akta kuasa menjual dan surat perjanjian penjualan tanah bisa dibuatkan notaris. Dari situ pelaku kemudian menawarkan tanah milik istri aslinya itu kepada pembeli berinisial KD dan disepakati harga jual tanah sebesar Rp 172,5 juta, yang kemudian telah dibayar lunas ke pelaku.

Namun, pada saat pembuatan akta jual beli terungkap modus pelaku. Pihak notaris lantas menghentikan semua proses akta jual beli dan meminta agar memproses ulang segala dokumen yang telah terbit. Namun istri si pemilik tanah, yaitu istri pelaku yang tahu dirinya ditipu sang suami tidak mau untuk menjual tanah miliknya tersebut.

"Atas perbuatan tersangka N tersebut, K selaku pembeli menderita kerugian materiil sebesar Rp 172.500.000, serta TAA berisiko kehilangan tanahnya," ujar Fajarini.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Kulon Progo. Petugas lantas melakukan penyelidikan dan penyidikan, hasilnya N terbukti melakukan tindak penipuan.

"Dari kasus ini kami menyita barang bukti berupa satu lembar fotokopi slip transfer dari penyetor ke rekening pelaku, satu lembar kuitansi yang berisi telah diterima dari pembeli uang sebanyak Rp 20 juta guna membayar uang muka pembayaran sawah," ujar Fajarini.

Selanjutnya, pengakuan pelaku...