Buya Syafii Usul Polri Rekrut Santri Masuk Akpol untuk Hadapi Kelompok Radikal

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 15:27 WIB
Buya Syafii Maarif di rumahnya, Sleman, Jumat (3/9/2021).
Buya Syafii Maarif di rumahnya, Sleman, Jumat (3/9/2021). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Yogyakarta -

Cendekiawan muslim Ahmad Syafii Maarif atau yang akrab disapa Buya Syafii Maarif memberikan usulan kepada Polri. Buya meminta institusi Polri merekrut santri berkualitas untuk bergabung dalam pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol).

Usulan Buya yang berupa video itu diunggah oleh akun Twitter @budhihermanto. Dalam video itu, Buya menilai rekrutmen santri menjadi polisi akan mempermudah menangani radikalisme.

"Saya Ahmad Syafi'i Ma'arif Salah seorang warga negara yang sudah berusia 80-an. Dengan ini berharap kepada pihak kepolisian terutama Kapolri dan jajarannya untuk merekrut para santri menjadi Akpol," kata Buya dikutip dari video tersebut, Selasa (30/11/2021).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menilai tidak perlu banyak santri yang dimasukkan ke dalam Akpol. Tapi yang masuk Akpol harus benar-benar berkualitas. Ia menilai hal dapat mempermudah Polri menumpas kelompok radikal.

"Tidak usah banyak-banyak. Tujuannya apa? Untuk mendampingi polisi menghadapi kelompok-kelompok yang menyimpang ini. Kelompok-kelompok yang anti Pancasila, kelompok-kelompok radikal. Itu kalau polisi mengerti agama, mengerti bahasa mereka, akan lebih mudah," ucapnya.

Menurutnya Polri harus proaktif untuk mencari santri yang layak masuk Akpol.

"Polisi harus proaktif untuk ini. Dicari betul-betul berkualitas, sama seperti yang lain. Sampai nanti mereka menjadi perwira, tapi mereka mengerti kitab kuning mengerti kitab-kitab agama, seperti yang dipahami kelompok radikal ini," imbuhnya.

Terpisah, Erik Tauvani yang merupakan orang dekat Buya Syafii saat dimintai konfirmasi soal postingan itu, membenarkan jika Buya memberikan pernyataan tersebut. Bahkan dia sendiri juga mendapat video yang sama dari langsung Buya pagi tadi.

"Buya tadi pagi juga mengirimkan video tersebut ke saya jam 06.30 WIB. (Video diambil) Jumat 26 November di Masjid Nogotirto," kata Erik.

(rih/sip)