Taliban Kuasai Afghanistan, Begini Saran Buya Syafii ke Pemerintah Indonesia

ADVERTISEMENT

Taliban Kuasai Afghanistan, Begini Saran Buya Syafii ke Pemerintah Indonesia

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 17:15 WIB
Buya Syafii Maarif di rumahnya, Sleman, Jumat (3/9/2021).
Buya Syafii Maarif di rumahnya, Sleman, Jumat (3/9/2021). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom
Sleman -

Taliban kini resmi menguasai pemerintahan Afghanistan. Mantan Ketua Umum (Ketum) PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii Maarif angkat bicara dan memberikan saran ke pemerintah Indonesia. Apa katanya?

"Bagi saya begini, kita wait and see dulu. Kan katanya mau berubah, tapi kan belum nampak buktinya. Kita tunggu bukti dulu," kata Buya ditemui wartawan di kediamannya, Sleman, Jumat (3/9/2021).

Apa yang diutarakan Buya Syafii bukan tanpa dasar. Ia kembali mengingatkan memori kelam saat kelompok radikal ini menguasai Afghanistan pada 1996-2001.

"Tahun 1996-2001 itu parah sekali, parah sekali," ucapnya.

Buya juga meyakini mengubah ideologi tentu tak mudah. Apalagi Taliban menggunakan nama Islam yang menurut Buya bisa saja berakibat buruk pada agama Islam itu sendiri.

"Tapi kan mereka berjanji Taliban baru, tapi kita tunggu dulu lah, itu mengubah ideologi itu tidak mudah. Kalau berubah syukur lah itu yang selama1996-2001 itu Taliban itu membawa keping neraka ke muka bumi," ucapnya.

"Semestinya kalau yang pakai (nama) Islam, membawa keping surga ke muka bumi. Jangan dibalik-balik gitu. Orang yang tidak paham Islam itu menarik (kesimpulan) ini Islam, repot. Islam tidak seperti ini," tambahnya.

Dengan kembalinya kekuasaan Taliban, Buya Syafii juga meminta agar Indonesia mewaspadai euforia kemenangan itu. Terutama terhadap dampaknya untuk kegiatan terorisme di Indonesia.

"Tentunya yang beraliran keras ini gembira to, kita lihat aja. Indonesia harus waspada, terorisme itu musuh-musuh kemanusiaan, walaupun mengatasnamakan agama dan Tuhan, tapi itu jelas pembajakan terhadap agama dan Tuhan," ujarnya.

Lebih lanjut, Buya juga melihat langkah China dan Rusia yang terang-terangan menjalin komunikasi dengan Taliban hanya untuk melecehkan pihak Amerika.

"Kalau Rusia dan China saya rasa itu dalam rangka melecehkan Amerika. Lebih banyak ke sana saya lihat. Karena walaupun Uni Soviet hancur, tapi kan antara Rusia dan Amerika perang dingin diam-diam masih ada. Walaupun secara resmi sudah tidak," uajr Buya Syafii.

Simak video 'Cegah Konflik Berimbas ke RI, Ini Cara BIN Bangun Komunikasi dengan Taliban':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT