Ini Tampang Perampok Sadis yang Bunuh Satpam Gudang Rokok di Solo

Ari Purnomo - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 11:41 WIB
Solo -

Polresta Solo menggelar rekonstruksi kasus perampokan dan pembunuhan berencana satpam gudang rokok di Solo, Jawa Tengah, Suripto (33) hari ini. Tersangka berinisial RS MM alias S (21) terlihat menggunakan baju tahanan berwarna biru saat memperagakan beberapa adegan kejahatannya.

Rekonstruksi berlangsung di lokasi kejadian sebuah gudang rokok PT Japan tbk di Jalan Brigjend Sudiarto No 22 Solo, Selasa (30/11/2021) mulai pukul 10.00 WIB. Tersangka tampak diborgol dan mengenakan penutup kepala atau sebo.

"Ada 69 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi ini. Ini untuk mengetahui gambaran jelas kejadian," ujar Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak di lokasi rekonstruksi siang ini.

Pada awal rekonstruksi, tersangka S memperagakan adegan masuk ke gudang melalui gerbang samping gudang. S memperagakan saat dirinya naik ke gerbang tersebut.

Rekonstruksi perampokan dan pembunuhan di gudang rokok, Solo, Selasa (30/11/2021).Rekonstruksi perampokan dan pembunuhan di gudang rokok, Solo, Selasa (30/11/2021). (Foto: Ari Purnomo/detikcom)

Warga tampak berdatangan untuk menyaksikan proses reka ulang adegan ini. Beberapa pengendara yang melaju di ruas jalan di depan gudang ini juga memperlambat laju kendaraannya untuk bisa sekilas menyaksikan kegiatan tersebut. Kondisi ini pun sempat membuat lalu lintas di depan gudang rokok tersendat.

Diberitakan sebelumnya pembunuhan sadis ini terjadi pada Senin (15/11). Pelaku S mengaku beraksi seorang diri hingga akhirnya ditangkap di rumahnya, Kampung Tekil, Sembukan, Sidoharjo, Wonogiri, pada Jumat (19/11).

S ternyata pulang ke rumahnya di Wonogiri setelah merampok dan menghabisi mantan rekan kerjanya itu. Kala itu dia menggasak uang tunai Rp 310 juta dari brankas. Sedangkan brangkas penyimpan uang itu dia buang di Sungai Tekil, Wonogiri.

Kepada polisi, S mengaku tega menghabisi korban karena dendam dan motif ekonomi. Namun polisi masih mengembangkan kasus ini, termasuk mendalami kemungkinan adanya pelaku lainnya.

(sip/mbr)