Round-Up

Sengketa Sriwedari: Tudingan Mafia hingga Beda Sikap FX Rudy-Gibran

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 08:07 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri peluncuran buku FX Hadi Rudyatmo, Sabtu (27/11/2021).
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri peluncuran buku FX Hadi Rudyatmo. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Sengketa lahan Taman Sriwedari, Kota Solo yang tak kunjung selesai memunculkan tudingan adanya mafia tanah. Ini pun memunculkan pendapat yang berbeda antara mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dengan penerusnya, Gibran Rakabuming Raka.

Rudy menilai status Sriwedari sebetulnya sudah ditetapkan menjadi Hak Guna Bangunan (HGB) sejak 1979. Dengan demikian, lahan Sriwedari adalah milik negara.

"Nggak usah pakai saran apapun, Sriwedari selesai sejak 1979. Sudah dikonversikan RVE menjadi HGB. HGB itu batas 50 tahun dan kalau negara membutuhkan harus dilepas. Ada UU pokok agraria nomor 5 tahun 1960, jadi sudah selesai di awal," kata Rudy usai peluncuran buku Kiprah FX Hadi Rudyatmo Menata Pembangunan Kota Solo di Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Solo, Sabtu (27/11/2021).

Dia pun mengaitkan situasi saat ini yang sedang ramai pembahasan tentang mafia tanah. Menurutnya, mafia tanah lahan Sriwedari harus ditangani.

"Jadi mumpung ada mafia tanah sedemikian rupa ini digeber sekalian, ada mafia nggak di situ. Saya jamin 1.000 persen ada," tegas dia.

Dia pun meminta agar Presiden Joko Widodo turun tangan dalam menyelamatkan aset Sriwedari karena dianggap sebagai milik negara. Menurutnya, Jokowi bisa memerintahkan Mahkamah Agung untuk mengecek kembali keputusan yang tidak pas.

"Saran saya kepala negara (Jokowi) harus ikut campur dalam masalah ini. Mungkin beliau bisa memerintahkan MA untuk cek lagi keputusan-keputusan tumpang tindih," kata dia.

Gibran ingin selesaikan sengketa Sriwedari sendiri

Berbeda dengan Rudy, Gibran enggan meminta bantuan Jokowi dalam penyelesaian Sriwedari. Dia mengaku akan menyelesaikan sendiri persoalan itu.

"Kita urus sendiri aja," kata Gibran usai menghadiri penandatanganan MoU dengan Ralali.com di Aston Hotel Solo, Sabtu (27/11).

Gibran mengakui Rudy juga sudah memberikan banyak masukan kepadanya. Dia pun menegaskan akan segera melakukan penataan Sriwedari sebagai tempat publik.

"Kemarin beliau memberi banyak masukan soal Sriwedari. Ini penting untuk membentuk opini publik bahwa Sriwedari masih milik kita. Pemerintah tidak melakukan pembiaran, akan segera kita sentuh, seperti Segaran itu," katanya.

Simak juga 'Pemkot Solo Gencarkan Digitalisasi Transaksi':

[Gambas:Video 20detik]



(bai/sip)