Baliho Anggota DPRD Yogyakarta Mejeng di Jalan, Buat Apa?

Heri Susanto - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 19:39 WIB
Penampakan baliho DPRD DIY di salah satu sudut kota Yogyakarta
Penampakan baliho DPRD DIY di salah satu sudut kota Yogyakarta (Foto: Heri Susanto/detikcom)
Yogyakarta -

Baliho bergambar wajah anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terlihat mejeng di beberapa sudut jalan. Baliho ini bergambar wajah para anggota dewan yang dikelompokkan per komisi.

Pantauan detikcom, ada tiga titik pemasangan baliho di daerah Babarsari, pertigaan Rejowinangun atau PLN, dan di Jalan Mataram atau jalan menuju Malioboro. Tiap titik dipasang satu baliho per komisi.

Misalnya saja di Babarsari ada baliho untuk Komisi A DPRD DIY, kemudian baliho anggota Komisi B DPRD DIY ada di Rejowingun atau dekat PLN, sedangkan Komisi C DPRD DIY dipasang di Jalan Mataram. Belum diketahui keberadaan baliho Komisi D DPRD DIY.

Pada baliho itu tertulis Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta di bagian atas lengkap dengan logo DPRD DIY. Kemudian di bawah tulisan tersebut tampak wajah pimpinan DPRD DIY, dan di bawahnya ada kumpulan foto para anggota komisi.

Pada baliho DPRD DIY itu juga dilengkapi dengan keterangan nama pimpinan maupun anggota komisi. Ada pula akun media sosial DPRD DIY yang dicantumkan di bagian bawah baliho.

Keberadaan baliho anggota dewan ini pun jadi sorotan aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba. Kamba menyebut baliho dengan wajah para wakil rakyat DIY itu tidak sensitif karena dipasang di masa pandemi COVID-19.

"Saat ini dalam pemulihan ekonomi. Seharusnya, baliho-baliho itu diisi dengan hal-hal positif agar masyarakat bangkit. Bukan malah pengenalan," kata Kamba dalam siaran persnya, Sabtu (27/11/2021).

Kamba mengatakan perkenalan profil anggota DPRD DIY itu dengan menggunakan baliho justru malah menambah sampah visual selain mengganggu estetika.

"Karena sudah cukup banyak baliho-baliho tokoh politik nasional yang nampang juga dibeberapa sudut di Yogyakarta belakangan ini, di tengah pandemi COVID-19," kata Kamba.

Selengkapnya di halaman berikut...