Fakta 2 Versi 'Lingsir Wengi': Nuansa Melankolis hingga Mistis

Ari Purnomo - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 12:23 WIB
ilustrasi microphone
ilustrasi (Foto: thinkstock)
Solo -

Lagu dengan lirik berbahasa Jawa berjudul Lingsir Wengi (bergulirnya malam) populer di masyarakat. Salah satunya merupakan karya Sukap Jiman, sedangkan satu lagi lagu yang sering menjadi soundtrack lagu horor. Begini fakta dua lagu tersebut.

Lagu Lingsir Wengi Karya Sukap Jiman

Lagu ini diciptakan pada 1995 dan dipopulerkan Nurhana. Lagu bernuansa syahdu ini ternyata mengisahkan kerinduan seorang kekasih.

Lagu romantis
Lagu Lingsir Wengi karya Sukap Jiman ini bernuansa romantis. Ada kisah tentang kerinduan yang membuat mata tak bisa terpejam.

"Lagu itu mengisahkan tentang seorang kekasih yang merindukan pasangannya. Sudah larut malam tetapi mata belum juga mau terpejam," tutur Sukap, Senin (22/11/2021).

Pengalaman pribadi
Mbah Sukap sapaan karibnya, menyebut lagu yang diciptakannya pada 1995 itu dibuat berdasarkan kisahnya. Dia mengatakan, saat itu dia mengalami masa puber kedua di usia 65 tahun. Kemudian, dia menciptakan lagu itu ditujukan untuk sang istri, Waliem.

"Lagu itu adalah kisah pribadi saya, semua lagu saya itu dari pengalaman yang selama ini saya alami. Waktu itu saya puber kedua dan menciptakan lagu Lingsir Wengi itu," urainya.

Diciptakan dalam dua hari
Tidak butuh waktu lama untuk menciptakan lagu berbahasa Jawa itu. Sukap menyampaikan, dirinya menyelesaikan lirik lagu itu hanya dalam waktu dua hari saja.

"Lagu itu saya buat dalam waktu dua hari saja," tuturnya. Kemudian dia menyanyikannya dan lagu itu dipopulerkan oleh penyanyi Nurhana.

Sukap dulunya pengamen
Sukap dulunya berprofesi sebagai pengamen. Namun sudah sejak tiga tahun terakhir ini dia hanya bisa terbaring di kasurnya karena sakit stroke.

"Mbah Sukap dulunya adalah pengamen juga, dia juga berkeliling ke kota-kota. Tapi , karena sakit akhirnya sudah jarang mengamen," ungkap Nursamisri.

Tak hanya Lingsir Wengi, Sukap ternyata menciptakan sejumlah lagu lainnya. Nur mengatakan, beberapa lagu tersebut di antaranya Mendung Sore yang dipopulerkan almarhum Didi Kempot.

"Kemudian Dudu Bondho Rojo Brono, dan lagu jawaban dari Lingsir Wengi. Sekarang pun bapak juga masih menciptakan lagu, dia juga sering nembang sendiri," ucap Nur.

Lagunya hits, tapi tidak pernah terima royalti
Miris bagi Sukap. Lagu Lingsir Wengi ciptaannya yang sempat menjadi hits itu tidak sebanding dengan penghargaan yang dia terima. Hingga saat ini, dia tidak pernah menerima royalti dari lagu ciptaannya itu.

"Royalti belum dapat sampai sekarang. Ada yang katanya mau menguruskan tetapi belum ada kabarnya," ujar Nur.

Kini sakit-sakitan
Di masa tuanya, kondisi Sukap begitu memprihatinkan. Penyakit stroke yang menyerangnya lebih kurang tiga tahun lalu membuat kakek 85 itu hanya bisa terbaring saja.

Selengkapnya tentang versi horor Lingsir Wengi...

Tonton juga Video: Penampakan Boneka Squid Game di Surabaya, Seram atau Lucu?

[Gambas:Video 20detik]