Ditinggal Ibu Kerja, Anak Ini Nekat Preteli Genting-Jual Perabot Rumah

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 16:53 WIB
Kondisi rumah yang perabot hingga genting dijual anak untuk foya-foya, Bantul.
Kondisi rumah yang perabot hingga genting dijual anak untuk foya-foya, Bantul. (Foto: dok. Polsek Pundong)
Bantul -

Seorang anak di Bantul, inisial D (24), dipolisikan sang ibu gegara nekat mempreteli perabot hingga genting rumah untuk dia jual. Hasil penjualan dipakai D untuk foya-foya dengan teman wanitanya.

Aksi D dilakukan saat kondisi rumah sepi karena ditinggal ibunya bekerja selama 2 bulan. D akhirnya dipolisikan sang ibu, P (53) warga Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, DIY.

Kanit Reskrim Polsek Pundong Ipda Heru Pracoyo mengatakan, ayah D meninggal dunia beberapa waktu yang lalu. Di sisi lain, masih ada pinjaman bank yang wajib diselesaikan oleh ibu D.

"Karena itu ibunya berniat mengangsur kredit dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan anaknya ditinggal di rumah sendiri," ucap Heru saat dihubungi wartawan, Selasa (23/11/2021).

Selama bekerja sang ibu memang tidak pernah pulang ke rumah. Sedangkan D sempat menjadi driver ojek online (ojol).

"Hampir dua bulan ibunya kerja di Kapanewon Kasihan (Bantul) dan tidak pulang," ujarnya.

"Anaknya ojek online dan kerap mangkal di Terminal Giwangan. Seiring berjalannya waktu motornya dipinjam dan digadaikan temannya. Karena itu dia sudah tidak bisa kerja ojek dan mulai kenal perempuan," lanjutnya.

Karena mulai mengenal perempuan dan memerlukan uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, D nekat menjual perabotan di rumahnya pada bulan Oktober lalu.

Kondisi rumah yang perabot hingga genting dijual anak untuk foya-foya, Bantul.Kondisi rumah yang perabot hingga genting dijual anak untuk foya-foya, Bantul. Foto: (dok. Polsek Pundong)

"Mulai 14 Oktober itu mulai menjual perabotan rumah seperti lemari, meja, kursi, daun pintu dan pintu. Puncaknya tanggal 8 November ibunya dilapori kalau genting rumah sudah diturunkan dan dinaikkan truk, tapi sama warga dihentikan dan orang tuanya dikabari lalu pulang," jelasnya.

Mengetahui perabotan rumah sudah habis dan genting rumah tidak berada di tempatnya membuat ibu D naik pitam dan melaporkan anaknya itu ke Polsek Pundong. Mendapat laporan itu, Polsek Pundong sempat memberi kesempatan mediasi antara D dan ibunya.

"Lihat itu tadi orang tuanya marah dan lapor ke sini. Orang tuanya bilang kalau anaknya sudah tidak bisa diberitahu dan minta proses hukum dilanjutkan. Kami beri kesempatan dari malam sampai pagi hari untuk berpikir, tapi ibunya tidak berubah pikiran dan ingin anaknya tetap diproses," ujarnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Simak juga 'Pria Asal Bantul Perkosa Anak Pacarnya Sampai Belasan Kali':

[Gambas:Video 20detik]