Round-Up

Tangan Jahil 'Cahyo' Perusak Flyover Purwosari Diburu Gibran!

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 09:05 WIB
Aksi vandalisme kembali terjadi di Kota Solo. Terlihat coretan bertuliskan CAHYO. Wali Kota Solo, Gibran bakal mencari pelakunya.
Ini 'Cahyo' yang Lagi Dicari-cari Gibran soal Vandalisme. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Aksi vandalisme berupa coretan cat semprot merusak estetika Flyover Purwosari, Solo. Pelaku yang membuat coretan bertuliskan 'Cahyo' itu pun diburu Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka beserta Satpol PP.

Terlihat coretan cat semprot bertuliskan 'Cahyo' berada di dinding separator jalan. Dinding tersebut berada di bawah ornamen gambyong yang menjadi ciri khas Flyover Purwosari.

Pelaku membuat tulisan serupa di dua sisi dinding. Keduanya sama-sama berwarna merah. Selain itu, terdapat pula coretan dengan tulisan berbeda di bawah tiang pancang di timur rel kereta api.

Seorang pekerja yang berkantor di sekitar lokasi, Saputro, mengaku baru menyadari adanya tulisan tersebut hari ini. Namun dia tidak mengetahui sejak kapan tulisan itu dibuat.

"Saya malah baru lihat tadi, kemarin-kemarin nggak tahu ada apa nggak. Kemungkinan memang baru-baru ini," kata Saputro di sekitar Flyover Purwosari, Senin (22/11/2021).

Dia menduga aksi dilakukan pada malam hari. Sebab jalan tersebut ramai dilintasi pengendara ketika siang.

"Itu pasti dilakukan tengah malam. Kalau siang atau malam di bawah jam 22.00 WIB itu pasti masih ramai jalannya," katanya.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengaku belum mengetahui coretan 'Cahyo' tersebut. Namun dia mengatakan akan mencari pelakunya.

"Opo tulisane (apa tulisannya)? Nanti saya bersihkan. Termasuk CCTV akan kita cek, nanti kita cari orangnya," kata Gibran di Balai Kota Solo, Senin (22/11/2021).

Sementara itu, Kepala Satpol PP Solo Arif Darmawan juga menegaskan akan mencari pelakunya. Selain melalui CCTV, dia juga akan mencari tahu dari saksi-saksi yang mungkin melihat aksi vandalisme tersebut.

"Tentu akan kita bersihkan dan kita cari pelakunya," kata Arif saat dihubungi detikcom, Senin (22/11).

"Di situ kan juga ada komunitas skateboard, kita cari tahu mungkin mereka tahu," lanjut dia.

Dia menduga banyak aksi vandalisme yang dilakukan oleh orang atau kelompok yang sama. Aksi tersebut menurutnya melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Solo nomor 10 tahun 2015 tentang Lingkungan Hidup.

"Kalau kita lihat itu bentuknya hampir mirip-mirip, ada kemungkinan pelakunya itu-itu saja," tutupnya.

Lihat juga video 'Jokowi Mau Lewat, Coretan Kritikan di Wirobrajan DIY Dihapus':

[Gambas:Video 20detik]



(bai/sip)