Polisi Sita 18 Knalpot Motor Brong di Jalanan Klaten, Ini Sanksinya

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 16:43 WIB
Polisi menyita knalpot brong di jalanan Klaten
Polisi menyita knalpot brong di jalanan Klaten (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Belasan motor yang menggunakan knalpot brong ditangkap Polres Klaten. Para pemilik motor yang menggunakan perlengkapan tidak standar ini pun dikenakan sanksi.

"Sanksinya kita tilang semua. Saat ambil motor kita minta dinormalkan dulu knalpot agar standar," kata Kasat Lantas Polres Klaten AKP M Fadhlan pada detikcom, Senin (22/11/2021).

Kasi Humas Polres Klaten Iptu Abdillah menambahkan para pemilik motor diminta datang membawa knalpot aslinya. Kemudian mereka diminta mengganti knalpot itu secara sendiri.

"Jadi nanti pemilik diminta datang bawa knalpot asli. Lalu diganti baru motor bisa dibawa pulang," ujar Abdillah.

Abdillah menyebut ke-18 motor tersebut merupakan hasil razia sejak Sabtu (20/11) malam. Operasi itu dilakukan di sepanjang jalan protokol.

"Operasi penindakan knalpot brong dilakukan mulai dari sepanjang Jalan Pemuda, Jalan Andalas, Jalan Mayor Kusmanto hingga di seputaran Terminal Ir Soekarno. Dari 18 pemotor yang terjaring operasi, 16 orang harus merelakan motornya diamankan di Polres Klaten, sementara 2 lainnya disita STNK-nya," terangnya.

Abdillah menyebut penggunaan knalpot brong meresahkan masyarakat. Dia menyebut banyak laporan yang masuk terutama pada saat malam Minggu.

"Banyak laporan, kegiatan penertiban dimulai pukul 21.00 WIB hingga tengah malam. Puluhan petugas bertindak dengan cara patroli mobil, begitu mendapati sepeda motor yang menggunakan knalpot brong langsung dihentikan, dan diberikan tilang," sebutnya.

Selain memeriksa kelengkapan fisik kendaraan, petugas juga memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan untuk memastikan motor tersebut bukan motor bodong. Operasi penertiban pun akan terus dilakukan Polres Klaten.

"Terus kita lakukan. Personel gabungan untuk patroli malam Minggu juga sudah disiapkan secara khusus untuk menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi warga serta mengantisipasi gangguan kamtibmas seperti balapan liar dan penggunaan knalpot brong," pungkas Abdillah.

(ams/rih)