Siap-siap! Bakal Ada Tes Acak Corona Pelajar-Tenaga Pendidikan Kulon Progo

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 16:30 WIB
Poster
Ilurasi pandemi COVID-19 (Foto: Edi Wahyono)
Kulon Progo -

Program surveilans kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan metode swab PCR acak terhadap pelajar dan tenaga pendidik di Kulon Progo, DIY yang telah berakhir pada pekan lalu akan kembali digelar. Program tahap kedua dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini.

"Setelah kemarin kita sudah melaksanakan surveilans tahap pertama, akan dilanjutkan tahap kedua yang rencananya dilangsungkan antara Desember (2021) atau sekitar awal Januari (2022)," ujar Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati kepada wartawan Senin (22/11/2021).

Dalam tahap kedua ini prioritas sasaran adalah pelajar dan tenaga pendidik yang belum dites pada tahap pertama kemarin. Adapun dalam tahap pertama yang berlangsung pada 9-17 November, telah menyasar 2.234 sampel dari 55 sekolah tingkat SD-SMA sederajat.

Dari jumlah itu sebanyak 90 siswa dan 4 tenaga pendidik terkonfirmasi positif COVID-19. Kemudian sebanyak 19 sekolah terdiri dari 15 SD, 1 SMP dan 3 SMA dihentikan sementara terkait kegiatan PTM-nya.

"Untuk yang terkonfirmasi positif dalam tahap kemarin sudah dilakukan tracing, hasilnya 1.328 kontak erat di mana 28 di antaranya dinyatakan positif," jelas Baning.

Baning menjelaskan saat ini Satgas COVID-19 bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) dan beberapa pihak terkait pendidikan di Kulon Progo tengah memilah sekolah mana saja yang akan disasar program tahap kedua tersebut. Diharapkan dalam pelaksanaannya nanti bisa diketahui masih ada tidaknya pelajar maupun tenaga pendidik yang terpapar virus.

"Sekarang kami masih proses penentuan target sasarannya, nanti akan kami update informasi terbarunya," ucapnya.

Ditemui terpisah, Kepala Disdikpora Kulon Progo, Arif Prastowo membenarkan akan ada program surveilans PTM tahap kedua. Karena itu pihaknya sudah menyampaikan kepada seluruh sekolah di bawah naungan Disdikpora untuk lebih lebih memperketat penerapan prokes selama berlangsungnya PTM.

"Surveilans tahap pertama udah selesai. Kita belum tau ada lanjutannya nggak, tapi ada rencana lanjutan besok Januari (2022). Terkait hal itu kami harus siap-siap. PTM harus disikapi dengan pelaksanaan prokes ketat. Karena kita tahu bahwa hasil surveilans ini membuktikan bahwa virus itu masih ada di masyarakat," ucap Arif.

"Jangan sampai nanti ada yang positif datang ke sekolah. Meski sampai hari ini info yang kami peroleh dari Satgas, tidak ada klaster sekolah (penularan lingkup sekolah) tetapi anak-anak sekolah kan ada yang positif, nah ini jangan sampai ada kaya gitu. Kuncinya prokes ketat," sambung Arif.

Selain pengetatan prokes, Disdikpora Kulon Progo, kata Arif, juga membatasi jumlah sekolah khususnya tingkat PAUD dan TK yang boleh melaksanakan PTM. Sejauh ini baru ada 30 dari 800 PAUD dan TK yang sudah boleh menggelar PTM.

"Hanya beberapa sekolah yang sudah kami berikan izin menggelar PTM. Kami mau pastikan hanya sekolah yang sudah siap saja menggelar PTM itu. Untuk PAUD dan TK sejauh ini belum ada 30-an dari total 830 lembaga pendidikan tingkat tersebut," ucapnya.

(skm/skm)