Kandas Rencana Menikah Sertu Ari Baskoro yang Gugur Ditembak KKB Papua

Saktyo Dimas R - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 14:48 WIB
Suasana pemakaman Sertu Ari Baskoro prajurit TNI AD korban KKB Papua, di Kendal, Senin (22/11/2021)
Suasana rumah duka Sertu Ari Baskoro prajurit TNI AD korban KKB Papua di Kendal (Foto: Saktyo Dimas R/detikcom)
Kendal -

Sertu Ari Baskoro, prajurit TNI AD gugur tertembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua akhir pekan lalu. Almarhum Ari ternyata berencana untuk menikahi gadis pujaannya pada bulan depan.

"Ari memang punya rencana mau menikah dengan gadis pilihannya sepulang dari tugasnya di Papua bulan depan. Namanya Sri Mardiyanti. Ya kami sebagai orang tua juga inginnya secepatnya," kata ibunda Ari, Titik Kisworini (61), saat ditemui di rumahnya, Desa Pidodo Wetan, Kecamatan Patebon, Kendal, Senin (22/11/2021).

Titik pun mengungkap hampir setiap hari dia berkomunikasi lewat anak ketiganya via telepon. Namun, Titik mengaku hilang kontak dengan Sertu Ari mulai 15 November 2021.

"Saya mulai hilang kontak sekitar tanggal 15 November dan beberapa kali keluarga juga berusaha menghubunginya namun selalu nggak bisa. Mungkin karena di sana sinyalnya susah," lanjutnya.

Titik mengungkap kepergian Ari meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Meski begitu, keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Ari.

"Ya mau gimana lagi harusnya pulang bulan depan untuk menikah tapi dia pulang lebih cepat meninggalkan keluarganya. Kami ikhlas dan bangga meski Ari sudah tiada," terang dia.

Sebelumnya diberitakan, Sertu Ari Baskoro gugur usai tertembak KKB Papua pada Sabtu (20/11) lalu. Sertu Ari mengemban tugas sebagai prajurit TNI AD dari Satuan BKO Aparat Teritorial (Apter) Koramil Persiapan Suru-suru, Yahukimo, Papua selama satu tahun.

Sertu Ari Baskoro sempat bertugas di Aceh pada 2016 lalu, dan tercatat sudah 11 bulan bertugas di tanah Papua. Dia semula direncanakan akan kembali bertugas di Aceh pada Desember mendatang.

Kodim 0715/Kendal sempat menawarkan agar jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP). Namun ayahanda Ari berkehendak agar anaknya dimakamkan di pemakaman keluarga dengan alasan agar lebih dekat dengan rumah keluarga.

Para pelayat pun berdatangan ke rumah duka siang ini. Di antaranya Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Rudianto, Kapolda Jateng Irjen Ahmad Lutfhi, Bupati Kendal Dico M Ganinduto dan forkopimda.

(ams/sip)