Detik-detik Tebing Longsor Timpa Rumah di Banjarnegara Terekam Kamera

Uje Hartono - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 11:33 WIB
Warga saat kerja bakti menguatkan tebing di Desa Karangnangka, Banjarnegara, Jumat (19/11/2021).
Warga saat kerja bakti menguatkan tebing di Desa Karangnangka, Banjarnegara, Jumat (19/11/2021). (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara -

Tebing setinggi 15 meter di Desa Karangnangka, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara, Jawa Tengah, longsor dan menimpa rumah warga. Salah seorang warga merekam detik-detik saat tebing longsor hingga viral di media sosial.

Tanah longsor hingga merusak rumah warga ini terjadi pada Kamis (18/11/2021) petang. Akibat tanah longsor tersebut, satu rumah warga ambruk. Saat kejadian tersebut, penghuninya sedang tak berada di dalam rumah tersebut.

"Sebelum tebing ini longsor, sudah hujan deras dalam beberapa hari terakhir di sini. Dan kemarin hujan deras dari siang. Pada sore harinya tebing di belakang rumah longsor," kata warga Desa Karangnangka, sekaligus pemilik rumah, Suwarto, saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (19/11/2021).

Rumah tersebut kini sudah diratakan dengan tanah. Ia bersama warga lainnya mengungsi ke rumah saudaranya. Mengingat masih ada potensi longsor susulan.

"Yang rusak satu rumah. Tetapi ada tiga rumah lainnya yang ikut mengungsi karena tanah di atas masih terus bergerak. Jadi semuanya ada 12 orang yang mengungsi ke tempat yang lebih aman. Semuanya sementara mengungsi di rumah saudaranya masing-masing," terangnya.

Ketua PMI Kecamatan Pagentan, Banjarengara, Hidul Fitriyatno, mengatakan menambahkan kondisi tanah di sekitar kejadian tanah longsor masih labil hingga saat ini. sehingga, warga yang tinggal di sekitar lokasi diminta untuk mengosongkan rumah.

"Sebenarnya dari hari Rabu kemarin sudah muncul rekahan tanah. Karena setiap hari hujan deras. Warga juga sudah berusaha membuat saluran agar air tidak masuk ke dalam rekahan. Tetapi karena hujan deras tebing ini tetap longsor dan merusak rumah warga," jelasnya.

Saat ini, warga serta para relawan tengah membuat penguat dari bambu. Harapannya, akan menahan material tanah longsor saat hujan deras.

"Warga dan para relawan menguatkan tebing dengan bambu. Harapannya bisa sedikit menahan material jika terjadi longsor susulan," kata dia.

Ia mengimbau warga terus waspada. Mengingat intensitas hujan masih tinggi. Terlebih kondisi tanah masih terus bergerak.

"Jika hujan untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar tebing. Karena ini kondisi tanah masih labil, masih terus bergerak," imbaunya.

(sip/mbr)