Gibran Bakal Hadiri Peringatan 100 Hari Mangkunegara IX

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 19:51 WIB
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Selasa (26/10/2021).
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Selasa (26/10/2021). Foto: Ari Purnomo/detikcom
Solo -

Peringatan 100 hari wafatnya KGPAA Mangkunegara IX akan dilaksanakan besok malam. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, berencana hadir dalam acara tersebut.

"Besok malam 100 hari (peringatan wafatnya Mangkunegara IX), saya datang," kata Gibran di Balai Kota Solo, Kamis (18/11/2021).

Peringatan 100 hari tersebut merupakan bagian penting dalam suksesi kepemimpinan di Mangkunegaran. Sebab keluarga baru boleh membahas penerus takhta Mangkunegaran setelah melewati 100 hari wafatnya Mangkunegara IX.

Gibran pun turut memberikan penilaian terhadap dua putra Mangkungkunegara IX, GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara dan GPH Bhre Cakrahutomo, yang menjadi calon penguasa Pura Mangkunegaran. Menurutnya, keduanya sama-sama baik.

"Semua calon baik, bagus semua," kata Gibran.

Gibran pun enggan turut campur dalam permasalahan suksesi Mangkunegaran. Namun dia berharap proses tersebut berjalan baik.

"Saya kembalikan ke internal sana. Ya harapannya bisa lancar semua tanpa hambatan apapun," tutupnya.

Sebelumnya, Wedhana Satrio Pura Mangkunegaran, Lilik Priarso Tirtodiningrat, menegaskan acara besok khusus untuk peringatan 100 hari wafatnya Mangkunegara IX. Dia meminta masyarakat memberi waktu kepada keluarga untuk membahas sosok penerus Mangkunegara IX.

"Sesudah 100 hari, mohon bersabar berilah waktu keluarga internal artinya keluarga inti dan sederek dalem berbicara. Kalau acara besok murni peringatan 100 hari, tidak ada acara lain," kata Lilik di Pura Mangkunegaran, Kamis (18/11).

Lilik mengaku keluarga tidak akan terpengaruh terkait adanya pihak luar yang turut bicara soal suksesi Pura Mangkunegaran. Menurutnya, keluarga memiliki pertimbangan sendiri untuk menentukan sosok adipati yang baru.

"Suara dari luar tidak berpengaruh dan tidak perlu ditanggapi. Nanti keluarga yang berhak menentukan, kalau kami hanya melaksanakan perintah saja," ujarnya.

(ams/rih)