Jelang Suksesi Mangkunegaran, Sosok seperti Apa Digadang Teruskan Takhta?

Ari Purnomo - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 16:04 WIB
Suasana Pura Mangkunegaran jelang peringatan 40 hari wafatnya KGPAA Mangkunegara IX, Solo, Senin (20/9/2021).
Suasana Pura Mangkunegaran jelang peringatan 40 hari wafatnya KGPAA Mangkunegara IX, Solo, Senin (20/9/2021). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Menjelang suksesi Pura Mangkunegaran, Himpunan Pewaris Nilai-nilai Mangkunegaran (HPNM) melayangkan surat kepada keluarga Mangkunegara (MN) VIII. Ada lima poin yang disampaikan menjelang 100 hari mangkatnya KGPAA Mangkunegara IX.

"HPNM juga telah menyampaikan surat tertulis kepada Gusti Kanjeng Putri Mangkunegoro IX, GRAy Retno Satuti Yamin Suryohadiningrat, serta GRAy Retno Rosati Hudiono Kadarisman Notohadiningrat atas sikap HPNM ini," ujar Sekjen HPNM, Andhi Wisnu Wicaksono, kepada wartawan, Kamis (18/11/2021).

Selain menyampaikan gagasan dan pendapat, Wisnu menambahkan, ada lima poin yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan pewaris takhta Mangkunegaran.

"Seperti Adipati Mangkunegara haruslah memiliki sikap terbuka terhadap perkembangan milenial, memahami tata nilai dan budaya Jawa, perjalanan suksesi harus dilakukan dengan mengikuti angger-angger yang berlaku sebagai etika politik Mataram," terangnya.

Kemudian, sosok yang akan menjadi KGPAA Mangkunegara X juga harus dapat bekerja sama dengan memaksimalkan keunggulan masing-masing dan saling melengkapi. Proses pergantian juga harus mendapatkan dukungan dari kerabat internal Pura Mangkunegaran.

Wisnu juga mengatakan, bahwa sesuai dengan tradisi suksesi di Pura Mangkunegaran, penentuan penerus takhta akan dilakukan setelah melewati 100 hari sejak mangkatnya KGPAA Mangkunegara sebelumnya.

Setidaknya ada tiga nama yang mencuat menjadi KGPAA Mangkunegara X, yakni GPH Paundrakarna Jiwo Suryonegoro, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo dan KRMH Roy Rahajasa Yamin.

"HPNM berpendapat pula, sesuai dengan angger-angger yang berlaku di keraton-keraton catur sagotra, bahwa pewaris takhta utama adalah putra dari pemimpin sebelumnya," ucapnya.

Menurutnya, dari dua putra KGPAA Mangkunegara IX tersebut GPH Paundra yang lebih layak menduduki kursi adipati. Sedangkan GPH Bhre bisa menjadi Prangwedana.

"Sejarah suksesi Mangkunegaran sudah terbukti selalu berjalan mulus. Dan itu mesti dipertahankan dan menjadi contoh baik bagi entitas keraton Nusantara lainnya bahkan bagi situasi politik nasional sekalipun," tuturnya.

"Kedua bersaudara ini, dengan perbedaan latar belakang pendidikan dan selisih usia yang cukup panjang justru dapat saling melengkapi satu sama lain," sambungnya.

(rih/sip)