Corona di Yogya Tambah 22 Kasus Sehari, Terbanyak dari Kulon Progo

Heri Susanto - detikNews
Sabtu, 13 Nov 2021 16:16 WIB
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept
Ilustrasi Corona (Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7)
Yogyakarta -

Kasus virus Corona (COVID-19) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini bertambah 22 kasus baru. Dari 22 kasus ini terbanyak disumbang dari Kulon Progo.

"Kasus terkonfirmasi COVID-19 di DIY sebanyak 22 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 156.309 kasus," kata Kepala Bagian Humas Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji, melalui keterangan tertulis, Sabtu (13/11/2021).

Berdasarkan distribusi kasus Corona terbanyak berasal dari Kulon Progo dengan 17 kasus, kemudian disusul Kabupaten Bantul 3 kasus, Kota Yogyakarta 1 kasus, dan Sleman 1 kasus. Kabupaten Gunungkidul menjadi satu-satunya daerah yang tidak menyumbang kasus Corona di DIY.

Ditya menyebut pihaknya terus mendorong Pemkab Bantul, Sleman, dan Kulon Progo untuk melakukan tracing untuk menekan laju COVID. Dari 22 kasus baru Corona ini mayoritas berasal dari hasil tracing.

"Dari hasil tracing kasus positif ada 20 kasus, 2 kasus dari periksa mandiri," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus Corona di DIY melonjak karena adanya klaster takziah hingga sekolah. Teranyar jumlah pelajar di Kulon Progo yang terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil swab PCR massal per Jumat (12/11) kemarin totalnya sudah mencapai 42 orang.

"Per kemarin sudah ada 42 siswa yang dinyatakan positif, mereka tersebar di sejumlah sekolah mulai dari jenjang SD hingga SMA sederajat," terang Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati.

Atas temuan tersebut, Satgas COVID-19 Kulon Progo menghentikan sementara kegiatan PTM di sekolah dengan temuan kasus Corona. Dari total 25 sekolah yang disasar, pembelajaran tatap muka di 5 sekolah di antaranya telah disetop.

"Untuk sekolah yang temuan kasusnya banyak yakni positif rate di atas 5 persen dari total sampel kami setop dulu PTM -nya dan diganti ke pembelajaran daring. Sedangkan untuk sekolah yang temuannya sedikit seperti misalnya cuma 1 atau 2 kasus boleh lanjut, tapi siswa yang positif isolasi mandiri," jelasnya.

Sementara itu, klaster takziah yang mulanya ditemukan di Bantul juga sudah meluas hingga ke Sleman. Terakhir tercatat ada 85 kasus Corona di Sleman dari klaster takiah tersebut pada Jumat (12/11) kemarin.

Simak juga Video: Corona RI 12 November: Kasus Positif Tambah 399, Sembuh 560

[Gambas:Video 20detik]




(ams/ams)