Dorong Teman dari Lantai 6 Hotel Semarang, Pelaku Terancam 15 Tahun Bui

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 17:14 WIB
Jumpa pers kasus pria tewas akibat jatuh dari lantai 6 hotel di Semarang akibat didorong teman, Polrestabes Semarang, Rabu (10/11/2021).
Jumpa pers kasus pria tewas akibat jatuh dari lantai 6 hotel di Semarang akibat didorong teman, Polrestabes Semarang, Rabu (10/11/2021). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang -

Pemuda yang dorong temannya hingga jatuh dari lantai 6 hotel di Kota Semarang sudah ditetapkan tersangka. Pemuda bernama M Alfreandi (23) itu terancam hukuman 15 tahun penjara.

Pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP atau Pasal 359 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan atau karena kealpaannya menyebabkan matinya orang.

"Pasal 338 KUHPidana atau Pasal 359 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan dalam keterangannya, Rabu (10/11/2021).

Untuk diketahui, Alfreandi mendorong rekannya, Cristopher Bobby, dari kamar 602 yang ada di lantai 6 hotel Grand Candi Semarang hari Minggu (7/11) lalu. Padahal mereka sebelumnya merayakan penutupan pendidikan advokat bersama. Total ada empat orang yang berada di kamar tersebut.

"Saya berangkat naik motor sendiri-sendiri. Jam 14.15 WIB. Sampai sana (kafe depan hotel) sekitar 14.30 WIB. Di sana sampai 21.30 WIB. Jenis yang diminum banyak mulai anggur sampai wiski. Kami seperti perpisahan, pendidikan advokat," kata Alfreandi di Mapolrestabes Semarang, Rabu (10/11).

Dia mengaku diintip korban saat mandi. Kemudian pelaku jengkel dan menutup pintu kamar mandi dengan keras sehingga pelipis korban terluka.

"Saya diintip dua kali waktu mandi. Saya tutup pintu kamar mandi dengan keras. Dia kena," ujarnya.

Usai mandi ia duduk di kasur, kemudian perselisihan terjadi antara korban dan pelaku. Menurut Alfreandi, korban menerjang dirinya lalu dia berusaha menghalau. Saat itu pelaku mendorong kencang tubuh korban hingga memecah kaca jendela dan korban terjun bebas jatuh ke balkon lantai dua.

"Soal lompat (berusaha menimpa) kurang tahu alasannya. Yang asli korban menerjang saya, saya dorong menghindari timpaan dia dan ternyata ke jendela kaca. Saya kurang tahu kenapa nimpa tapi ada sedikit perdebatan tentang pelipisnya yang lecet karena saya," ujarnya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar sempat menanyai pelaku terkait dugaan ada hubungan khusus antara korban dan pelaku karena ada niatan mengintip, namun Alfreandi membantah.

"Tidak benar pak, dia (korban) punya pacar perempuan, saya tahu," tegas Alfreandi.

(rih/sip)