Polda DIY Ringkus Komplotan Pencuri Data Kartu Kredit

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 14:42 WIB
Sleman -

Ditreskrimsus Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menangkap sembilan tersangka pelaku pembobolan data kartu kredit untuk digunakan membeli mata uang digital kripto. Mereka mengaku sebagai customer service (CS) penerbit kartu kredit untuk mengelabui korban.

Para tersangka yakni sepasang suami istri berinisial AP dan MA. Kemudian inisial BD, IR, AS, IW, SW, YN, dan VW.

"Modusnya mengaku sebagai CS penerbit kartu kredit dan menawarkan promo memandu korban untuk melakukan aktivasi kartu kredit secara online sehingga pelaku mendapatkan data kartu kredit itu," kata Direktur Reskrimsus Polda DIY AKBP Roberto Gomgom Manorang Pasaribu saat rilis kasus di kantornya, Sleman, DIY, Rabu (10/11/2021).

Dijelaskan Roberto, setiap tersangka memiliki peran masing-masing. Pasutri AP dan MA merupakan otak pelaku kejahatan yang menyiapkan segala sesuatunya serta bertugas untuk menarik uang.

Pasutri ini juga berperan menjadi pemimpin perusahaan penerbit kartu kredit yang berkantor di Jakarta Selatan. Sementara itu pelaku lain bertugas untuk menghubungi calon korban dengan mengaku sebagai CS.

Untuk meyakinkan korban, pelaku menggunakan nomor telepon yang mirip dengan yang digunakan penerbit kartu kredit.

"Dalam penawaran tersebut pelaku meminta data kartu kredit berupa nomor kartu, nomor CVV/CVC, tanggal kedaluwarsa dan kode OTP. Korban yang yakin itu dari CS penerbit kartu kredit kemudian mengirimkan data itu ke pelaku," jelasnya.

Setelah pelaku mendapatkan data kartu kredit korban, hasilnya nanti akan dibelanjakan dengan mata uang digital kripto.

"Kemudian pelaku mentransaksikan secara virtual. Dalam kasus ini pelaku berbelanja dalam bentuk kripto untuk dikembalikan lagi dalam bentuk rupiah dan kemudian dibelanjakan," sambungnya.

Tagihan dari transaksi itu akan dikirimkan ke kartu kredit korban padahal transaksi itu tidak pernah dilakukan oleh korban. Karena curiga, korban kemudian melakukan pengecekan dan diketahui jika yang menghubungi korban bukanlah CS di mana kartu kredit korban terdaftar dan kemudian melapor ke Polda DIY.

"Sampai saat ini di DIY ada 3 orang korban, tapi di wilayah lain jumlahnya sudah lebih dari 20 dan ini masih kami kembangkan. Beroperasi kurang lebih sudah satu tahun," bebernya.

Halaman selanjutnya, jumlah kerugian korban...