Sekolah di Bantul Sumbang Kasus Corona, Pemda DIY Evaluasi PTM

ADVERTISEMENT

Sekolah di Bantul Sumbang Kasus Corona, Pemda DIY Evaluasi PTM

Heri Susanto - detikNews
Selasa, 09 Nov 2021 14:15 WIB
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, Rabu (23/12/2020).
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Data harian kasus virus Corona atau COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 8 November kemarin tertinggi nasional. Pemda DIY pun kini melakukan evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di semua sekolah.

Kasus Corona yang menjadi perhatian di DIY yakni kasus di SMKN 1 Sedayu, Bantul. Dari kasus Corona di sekolah ini meluas hingga berujung penutupan sejumlah SD-SMP di Kapanewon (Kecamatan) Sedayu.

"Saya sudah minta Disdikpora (Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga) untuk melakukan investigasi apa yang sebenarnya menjadi penyebab di SMKN 1 Sedayu ini. Apakah karena kantin buka, tidak taat prokes, atau karena apa," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji, diwawancarai wartawan di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Selasa (9/11/2021).

Aji menegaskan evaluasi PTM akan dilakukan di semua sekolah di DIY. Pihaknya meminta sekolah benar-benar menjaga prokes di lingkungan sekolah agar penularan Corona tidak kembali terulang.

"Evaluasi PTM di semua sekolah. Seperti apa SOP di sekolah dan penerapannya, karena kunci mencegah penularan adalah disiplin dalam menjaga prokes," sambung mantan Kepala Disdikpora DIY ini.

Aji menyebut di masa pandemi COVID ini pihak sekolah seharusnya bisa memberi contoh dan media sosialisasi tentang COVID-19. Dia pun menyesalkan kegiatan sekolah tatap muka justru menimbulkan kasus baru Corona.

"Kalau ada guru yang tidak percaya COVID-19 ya diberikan sanksi. Dari masyarakat maupun aparat setempat," tutur Ketua PGRI DIY ini.

Aji menegaskan, sekolah harus menerapkan disiplin dalam menerapkan prokes. Saat PTM berlangsung, kantin tidak boleh buka, para siswa dilarang berkerumun atau makan bersama, tidak ada jam istirahat, dan tidak boleh membuka masker.

"Proses evaluasi pelaksanaan semua prokes saat PTM itu, nantinya yang akan menjadi pijakan kebijakan selanjutnya," katanya.

Simak Video: Buntut Klaster Covid-19, PTM di Sedayu Disetop

[Gambas:Video 20detik]



(ams/rih)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT