1 Orang Tewas dalam Tawuran Geng Pelajar di Bantul, 11 Orang Diciduk

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 13:37 WIB
Polres Bantul jumpa pers kasus tawuran geng pelajar, Senin (8/11/2021).
Polres Bantul jumpa pers kasus tawuran geng pelajar, Senin (8/11/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Tawuran antargeng pelajar sempat pecah di Kabupaten Bantul, DIY. Satu orang tewas dan satu lainnya luka, sementara 11 pelajar diciduk polisi.

"Kedua geng ini awalnya tantangan-tantangan lewat media sosial WA dan berlanjut ketemu. Mungkin karena mau membuktikan gengnya paling hebat," kata Kapolres Bantul AKBP Ihsan saat jumpa pers di kantornya, Senin (8/11/2021).

Setelah saling tantang melalui medsos, perwakilan salah satu dari masing-masing geng Stepiro dan Sase bertemu pada tanggal 28 September. Keduanya bertemu untuk menandatangani surat perjanjian sebelum melakukan tawuran. Di dalam surat itu salah satunya berisi soal larangan melapor kepada polisi.

Ihsan mengatakan tawuran ini melibatkan geng pelajar dari Kota Yogyakarta dan geng dari Kabupaten Bantul. Tawuran terjadi di Kapanewon Kasihan, Bantul, pada 29 September dini hari lalu.

"Saya bacakan, ini ditemukan di HP salah satu tersangka. Pertama surat perjanjian Stepiro dan Sase. Intinya kedubelah pihak masing-masing pihak telah membuat seperti berikut. Satu tidak boleh lapor siapapun, kedua tidak boleh visum, ketiga menanggung risiko," ungkap Ihsan.

"Mereka janjian untuk tawuran, setelah janjian mereka mempersiapkan diri. Geng dari Bantul kumpul di Stadion Sultan Agung, dan pukul 02.30 WIB bertemu geng dari Kota Yogya di jalan lintas dan tawuran di situ," ujarnya.

Ada dua korban dalam kejadian itu. Keduanya berasal dari Bantul.

Dua korban itu warga Bantul, salah satunya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit, inisial MKA (18). Satu korban lainnya, RAW (17), mengalami luka berat dan masih dalam perawatan.

"Korban setelah dirawat 10 hari meninggal. Untuk RAW mengalami luka berat dan saat ini masih menjalani rawat jalan," ucapnya.

Pihak dari korban kemudian melapor ke polisi. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya polisi meringkus 11 orang pelaku pada 3 November lalu.

"Alhamdulillah setelah penyelidikan kami dapat mengamankan 11 terduga pelaku. Mereka dari kelompok geng dari Kota Yogya, rata-rata pelajar kelas 2-3, dari 11 orang 8 sudah dewasa dan 3 masih di bawah umur," katanya.

Dari 11 orang itu yang pertama ditangkap adalah IS (18) warga Kota Yogyakarta, kemudian NWSU (18) warga Kabupaten Sleman, MNH (18) warga Yogya, MFR (19) warga Sleman.

"Semuanya berperan sebagai eksekutor atau fighter. Masih ada 3 DPO inisial MM, F dan A yang kami buru," ujarnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...