Buntut Dugaan Kekerasaan ke Napi, 5 Petugas Lapas Narkotika Yogya Dicopot!

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 17:58 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Yogyakarta -

Lima petugas Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta dicopot sementara terkait dugaan kekerasan ke warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana (napi). Para petugas itu diduga melanggar standar prosedur (SOP) saat masa pengenalan lingkungan (mapenaling) warga binaan baru.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DIY Budi Argap Situngkir mengatakan, lima orang yang dicopot sementara itu merupakan petugas Lapas Narkotika Yogya yang sebelumnya telah dipanggil dalam rangka pemeriksaan.

"Ya, kita copot (sementara). Termasuk kepala keamanan kita copot karena kepala keamanan yang bertanggung jawab pelaksanaan (mapenaling)," kata Budi saat dihubungi wartawan, Jumat (5/11/2021).

Budi menjelaskan kelima petugas ini diduga melakukan tindakan pendisiplinan yang berlebihan kepada warga binaan. Namun, hasil investigasi ini masih belum final sehingga belum ada keputusan terkait sanksi yang akan dijatuhkan.

"Ya hasil informasi setelah kami melakukan investigasi bahwa atas nama orang-orang ini yang melakukan penekanan, semacam melewati SOP. Karena untuk pendisiplinan WBP itu tidak begitu juga," ucapnya.

ORI meminta keterangan pelapor

Diwawancara terpisah, Kepala Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIY Budhi Masturi mengatakan bahwa pihaknya mempercepat agenda pemeriksaan saksi pelapor dan pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP) terkait aduan soal dugaan kekerasan petugas terhadap napi di dalam Lapas Narkotika Yogya. Hari ini sudah ada tiga orang saksi korban yang dimintai keterangan di bawah sumpah.

"Kita meminta keterangan di bawah sumpah pelapor sekaligus menjadi saksi korban itu dan tiga orang sudah kita mintai keterangan tadi Vincen sudah selesai dan dua lagi," kata Budhi ditemui di Kantor ORI DIY, Depok, Sleman, Jumat (5/11).

Dari keterangan ini, ORI ingin mencari tahu nama-nama oknum petugas yang diduga melakukan tindakan kekerasan. Selain itu, ORI ingin memastikan situasi saat saksi pelapor mendapatkan kekerasan, tempat atau lokasi pasti kejadian, kemudian alat-alat yang digunakan.

"Itu nanti menjadi bahan kami juga untuk menentukan pihak-pihak mana yang perlu juga kita dengarkan keterangannya dari sisi petugas lapasnya," jelasnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Simak video 'Ombudsman Investigasi Laporan Kekerasan Lapas Narkoba di DIY':

[Gambas:Video 20detik]