2 Mahasiswanya Jadi Tersangka Diksar Menwa, UNS Solo Beri Sanksi?

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 16:20 WIB
Solo -

Polisi menetapkan dua mahasiswa sebagai tersangka dalam tewasnya Gilang Endi Saputra (21) dalam Diksar Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Rektor UNS Jamal Wiwoho menjelaskan terkait sanksi hingga status kedua tersangka di UNS Solo.

Jamal mengatakan saat ini belum memberikan sanksi bagi kedua tersangka. Dia menyebut masih harus menunggu proses hukum yang tengah berjalan.

"Kita menunggu dulu proses ini. Setelah ditetapkan tersangka akan dilimpahkan ke kejaksaan dan pengadilan. Kami punya aturan kode etik di UNS, kami menunggu proses sampai berkekuatan hukum tetap," kata Jamal dalam jumpa pers penetapan tersangka kasus Diksar UNS di Mapolresta Solo, Jumat (5/11/2021).

"Kami berpegang pada asas praduga tak bersalah. Proses ini saya serahkan ke proses hukum," lanjutnya.

Sementara terkait nasib Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Mahasiswa Siaga atau Menwa Batalyon 905 Jagal Abilawa, dia menegaskan telah membekukan untuk sementara waktu. Tim evaluasi masih bekerja untuk menentukan apakah ada sanksi bagi UKM Menwa.

"UKM sudah saya bekukan. Sudah tidak ada lagi kegiatan yang dilakukan. Ruangan sudah kami kunci dan kunci kami bawa. Tim evaluasi masih bekerja, sebab tidak hanya untuk itu saja, tapi untuk kegiatan yang lain," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, polisi telah menetapkan tersangka dalam kasus tewasnya Gilang Endi Saputra (21) saat mengikuti Diksar Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah. Berdasarkan gelar perkara hari ini, polisi menetapkan dua orang tersangka.

"Hari ini, Jumat 5 November pukul 10.00 WIB telah dilakukan gelar perkara. Hasil gelar perkara tersebut menetapkan dua orang tersangka berinisial NFM warga Pati dan FPJ warga Wonogiri," ujar Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (5/11).

Ade mengungkap kedua tersangka diduga secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap korban hingga meninggal dunia. Penetapan para tersangka ini, jelas Ade, berdasarkan pada tiga alat bukti yang sudah didapatkan penyidik.

Keduanya diduga melakukan kekerasan baik menggunakan alat maupun dengan tangan kosong.

"Penyelidikan dan penyidikan akan terus kami lakukan untuk mengungkap ada tidaknya tersangka lainnya," paparnya.

(rih/sip)