Dugaan Kekerasan ke Napi, 5 Petugas Lapas Narkotika Yogya Diperiksa

ADVERTISEMENT

Dugaan Kekerasan ke Napi, 5 Petugas Lapas Narkotika Yogya Diperiksa

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Kamis, 04 Nov 2021 16:13 WIB
Ilustrasi Penjara
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/bortn76)
Yogyakarta -

Kanwil Kemenkumham DIY memeriksa petugas Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta yang terindikasi melakukan tindakan berlebihan ke warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana (napi). Total ada lima orang petugas yang diperiksa.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham DIY Gusti Ayu Putu Suwardani mengatakan kelima petugas itu saat ini telah ditarik ke Kanwil Kemenkumham DIY untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Jadi indikasinya itu ada lima orang petugas yang sering melakukan seperti itu. Penerapan kedisiplinan yang terlalu keras, berlebihan dan membuat tidak nyaman warga binaan," kata Ayu saat dihubungi wartawan, Kamis (4/11/2021).

Tindakan berlebihan itu diduga dilakukan lima petugas itu saat masa pengenalan lingkungan (mapenaling) bagi para penghuni lapas baru. Khususnya yang berada di Blok Edelweis.

Lima orang itu sehari-hari memiliki posisi sebagai petugas Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) dan beberapa lainnya sebagai petugas regu pengamanan lapas.

"Jadi memang dari lima petugas yang kita indikasi melakukan itu salah satunya adalah KPLP dan regu pengamanan yang banyak. Karena memang mereka yang melakukan (mapenaling) di Blok Edelweis," ungkapnya.

"Tapi mungkin itu yang dirasakan ada yang berlebihan gitu ya. Ini kalau tindakan kedisiplinan pasti di semua lapas juga akan ada," tambahnya.

Akan tetapi, pihaknya masih belum mengetahui sejauh mana tindakan berlebihan yang dilakukan oleh petugas. Sebab, pemeriksaan terhadap lima orang petugas itu baru mulai dilakukan hari ini.

"(Lima petugas) Kita tarik ke Kanwil Kemenkumham DIY sementara untuk menggali informasi lebih dalam seperti apa sih kelebihannya seperti apa dan alasan-alasannya seperti apa," ucapnya.

Ia menegaskan, sanksi terhadap petugas akan dijatuhkan. Jika dalam pemeriksaan terbukti melakukan tindakan pendisiplinan yang berlebihan.

"Kita juga harus melihat petugas-petugas kita seperti apa, tidak langsung menyalahkan tapi kita akan gali dulu seperti apa. Kalau memang salah kenapa tidak kita proses, kita tindak, dan kita berikan sanksi," tegasnya.

Ayu juga memastikan tim Kanwil Kemenkumham DIY bekerja secara objektif untuk mengusut kasus ini.

"Harus (objektif), ini bukan masalah yang biasa. Ini melanggar HAM, kalau memang terjadi ya. Ini ya cukup melanggar HAM," tuturnya.

Sebelumnya, sejumlah eks narapidana (napi) Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta memberikan kesaksian soal adanya dugaan tindak kekerasan di dalam lapas. Mereka kemudian melapor ke Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIY, Senin (1/11).

(rih/ams)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT