ADVERTISEMENT

Round-Up

Tega Racuni Adik Ipar Sendiri, Sarbini Kini Terancam Hukuman Mati

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 04 Nov 2021 07:06 WIB
Polisi gelar jumpa pers kasus racun maut yang renggut nyawa Hani Dwi Susanti (30) di Klaten. Tersangka, Sarbini (43) turut dihadirkan polisi. Ini penampakannya.
Sarbini saar digirim polisi (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Sarbini (43) kakak ipar penebar racun maut yang merenggut nyawa Hani Dwi Susanti (30) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Klaten. Warga Dusun Panggang Welut, Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Klaten, Jawa Tengah itu dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.

"Penerapan pasal tetap 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup atau paling lama 20 tahun," tegas Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Guruh Bagus Eddy Suryana, Rabu (3/11) siang kepada detikcom.

Guruh menyebut ancaman hukuman mati itu karena ada unsur perencanaan dalam kasus tewasnya Hani. Dia menyebut penerapan Pasal 340 KUHP dan 338 KUHP sesuai fakta.

"Bisa (diancam hukuman mati), ada unsur perencanaan. Untuk pasal yang kami terapkan sesuai dengan fakta lidik (penyelidikan) dan sidik (penyidikan)," jelas Guruh.

Guruh menerangkan pelaku ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian di rumah temannya di Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri. Dia menyebut korban Hani meninggal mulanya dianggap meninggal wajar.

"Kondisi korban kalau dilihat kasat mata mati wajar tapi setelah autopsi indikasi keracunan itu ada. Sebab terjadi korosif pada lidah dan tenggorokan korban," sambung Guruh.

Unsur perencanaan, terang Guruh, dimulai setelah pelaku cekcok dengan suami korban, Sigit Nugroho. Cekcok terjadi hari Kamis sebelum kejadian.

"Perencanaannya pada hari Kamis (28/10) pelaku setelah cekcok dengan suami korban, timbul niat hari Jumat (29/10) sehingga membeli racun apotas. Menumbuk racun di rumah, menyiapkan, menunggu rumah sepi dan pada hari Minggu (31/10) masuk rumah memasukkan racun," papar Guruh.


Dari pemeriksaan sementara, sebut Guruh, Sarbini hanya pelaku tunggal dalam aksi tersebut. Namun demikian penyelidikan polisi hingga saat ini masih terus dilakukan.

"Sementara saat ini pelaku hanya tunggal. Yang bersangkutan ini (tersangka) sudah pisah dengan anak istrinya," lanjut Guruh.

Lihat juga video 'Gegara Jatah Parkir, Keponakan Sewa Pembunuh Habisi Driver Opang di Bogor':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya: Sarbini Mengaku Salah Sasaran



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT