LPSK ke Polresta Solo Bahas Kasus Tewasnya Peserta Diksar Menwa UNS

Ari Purnomo - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 16:54 WIB
Tenaga ahli LPSK Tama S. Langkung mendatangi Polresta Solo, Selasa (2/11/2021)
Tenaga ahli LPSK Tama S. Langkung di Polresta Solo (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) berkoordinasi dengan Polresta Solo terkait kasus meninggalnya peserta Diksar Menwa UNS Solo Gilang Endi Saputra (21). LPSK datang untuk mengumpulkan informasi terkait pemberian perlindungan para saksi maupun keluarga korban.

"Pertama respons permintaan penyidik Polresta Solo yang minta dukungan terkait perlindungan saksi dan korban kepada LPSK. Koordinasi ini untuk mencari informasi dan melakukan asesmen," ujar tenaga ahli LPSK Tama S Langkung kepada wartawan di Mapolresta Solo, Selasa (2/11/2021).

Tama menyebut kedatangannya ke Polresta Solo juga untuk mengetahui progress kasus meninggalnya Gilang. Sebab, salah satu syarat pemberian perlindungan kepada saksi dan korban adalah adanya tindak pidana.

"LPSK bisa berikan perlindungan ketika ada perkara pidana yang sedang berjalan, kita lihat peradilan pidananya seperti apa. Kita identifikasi itu, lihat soal perkara pidananya, apakah betul ada perkara pidananya, itu yang sekarang lakukan pendalaman," urainya.

Identifikasi itu, kata Tama, untuk mengetahui adanya saksi atau korban yang membutuhkan perlindungan LPSK. Selain itu, syarat untuk mengajukan perlindungan adalah adanya permohonan dari saksi atau korban.

"Kedua kita identifikasi kira-kira saksi atau korban siapa yang butuh perlindungan. LPSK sifatnya menerima permohonan, ada kesukarelaan pemohon," ungkap Tama.

Meski ada permohonan tersebut, Tama menyebut pemberian perlindungan itu juga harus mendapatkan persetujuan dari pimpinan LPSK. Untuk itu, seluruh informasi yang dikumpulkan di lapangan nantinya akan dilaporkan kepada pimpinan.

"Prinsipnya akan kumpulkan semua informasi kemudian kami sampaikan pimpinan. Sesuai mekanisme hukum perlindungan diberikan bila ada persetujuan dari pimpinan LPSK. Jadi informasi yang kita himpun sampaikan pimpinan, pimpinan yang memutuskan, nanti ada tindak lanjut, " paparnya

(ams/sip)