Kemenkumham Investigasi Dugaan Kekerasan di Lapas Narkotika Yogya

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 15:18 WIB
Lapas narkotika, Sleman di Pakem tempat ditemukannya 20 unit ponsel dan 20 simcard di dalam sel.
Lapas Narkotika Yogya, Kamis (8/2/2018). (Foto: dok. detikcom)
Sleman -

Kanwil Kemenkumham DIY melakukan investigasi terkait laporan eks napi soal dugaan kekerasan di Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta. Tim telah terjun langsung mengecek kondisi warga binaan di Lapas Narkotika yang berada di Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, itu.

"Kami kemarin sudah langsung turun lapangan. Mengumpulkan teman-teman di blok warga binaan baru yang baru masuk yang notabene dulu tempatnya Vincen (pelapor). Kami periksa semua seperti apa dan kami gali informasinya. Walaupun belum semuanya kami tanya," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) DIY Gusti Ayu Putu Suwardani, kepada wartawan di Lapas Narkotika Yogya, Selasa (2/11/2021).

Menurutnya, investigasi yang dilakukan butuh waktu. Untuk hasil investigasi awal, Ayu mengklaim tidak menemukan kebenaran dari aduan itu. Akan tetapi, pihaknya tidak akan berhenti dan tetap melanjutkan proses investigasi.

"Kami sudah sedikit mendapatkan informasi, sebagian besar sudah kami periksa namun memang belum ditemukan kebenaran aduan tersebut," ucapnya.

"Tapi kita tidak akan berhenti di sini, kita akan teruskan dan secepatnya akan kita tindak lanjuti dan kita akan sampaikan hasilnya," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah eks narapidana (napi) Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta memberikan kesaksian soal adanya tindak kekerasan di dalam lapas. Mereka kemudian melapor ke Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIY.

Vincentius Titih Gita (35) warga Yogyakarta adalah salah satu eks napi yang melapor ke ORI. Diceritakannya, banyak pelanggaran HAM dan penyiksaan yang terjadi di lapas.

"Banyak pelanggaran HAM di lapas, berupa penyiksaan. Jadi begitu kita masuk tanpa kesalahan apapun kita langsung dipukuli pakai selang, diinjak, (pakai) kabel juga, dipukul pakai kemaluan sapi (yang dikeringkan)," kata Vincen ditemui di kantor ORI DIY, Depok, Sleman, Senin (1/11).

Selengkapnya di halaman selanjutnya...