Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, hari ini ramai dibahas di media sosial Twitter. Ternyata ramainya Prambanan itu karena adanya aksi dari suporter PSS Sleman. Apa yang sebenarnya terjadi?
Keramaian ini dipicu oleh rencana manajemen yang akan memulangkan tim Super Elang Jawa ke Sleman. Para suporter yang sudah rindu dengan kehadiran penggawa Super Elja kemudian berinisiatif untuk menjemput di Prambanan, tepat di batas provinsi DIY dan Jawa Tengah.
Namun, rencana kepulangan tim ke Bumi Sembada yang dijadwalkan berangkat dari Solo pukul 09.00 WIB tadi ternyata dibatalkan. Akhirnya, suporter yang sudah menunggu tim sejak pagi meluapkan kekecewaannya di media sosial.
Kelompok suporter PSS Brigata Curva Sud (BCS) menjelaskan, rencana kepulangan tim itu batal karena manajemen tidak memberikan izin.
"Manajemen tidak bisa memberikan izin karena ada program teknis yang harus dijalankan. Kita akan agendakan kembali kepulangan PSS Sleman di waktu yang akan disepakati kemudian hari," cuit akun Twitter resmi BCS yang dikutip detikcom, Jumat (29/10/2021).
"Mari angkat semangat para penggawa. Mereka membutuhkan itu sekarang. Doakan semua segera membaik," tambahnya.
BCS juga turut merangkum kronologi batalnya Bagus Nirwanto dkk pulang ke Sleman dalam sebuah utas di akun Twitter resmi mereka. Padahal dari Direksi PT PSS sudah sepakat untuk memulangkan PSS ke Sleman hari ini.
Bahkan, BCS sejak subuh hari ini telah mencoba mendatangi hotel pemain di Solo, guna melakukan koordinasi dan memastikan kepulangan tim.
"Namun kemudian, manajemen melarang tim untuk pulang ke Sleman. Padahal mayoritas pemain sudah bersedia untuk pulang," jelasnya.
Lihat juga video 'Bus Arema FC Dirusak, 1 Oknum Suporter Persebaya Ditangkap!':
Selengkapnya di halaman selanjutnya...
(rih/mbr)